Sinyal Politik di Kutim Kembali Terlihat, Ismu-KB Bisa Bersatu Kembali

Kutai Timur, MetroKaltim.com – Sempat beredar viral diawal-awal pra jelang pilkada Kutim 2020, petahana Bupati Kutai Timur sekaligus sebagai Ketua Dewan DPD Partai NasionalDemokrat (NasDem) Kutim Ir H Ismunandar, MT akan berpisah dari pasangan Wakil Bupatinya yaitu H Kasmidi Bulang, ST.,MM yang yang merupakan Ketua DPD Golkar Kutim.

Pisahnya Ismu-KB terbantahkan dengan adanya anjangsana silaturahmi antara unsur pengurus NasDem Kutim dengan pengurus DPD Partai Golkar di ruang kerja Wakil Ketua I DPRD Kutim sekaligus bendahara umum DPD Golkar Kutim Asti Mazar, SE., M.Si pada Senin (11/5) siang.

Adapun dalam pertemuan dari NasDem Kutim di hadiri Ketua DPD NasDem Kutim H Syarkawi, Ketua Badan Pemenangan Pemilu wilayah Kutim ( BAPPILU) NasDem Kutim Hasman, Wakil Ketua II DPRD Kutim Arfan, SE., M.Si, sejumlah anggota DPRD dari fraksi NasDem Kamsiah, Prayunita Utami A.Md, Kajan Lahang, Pitter Palinggi. Sedangkan perwakilan DPD Golkar Kutim terdiri dari Ketua Harian Golkar Kutim Budiman Hading, Wakil Ketua Harian DPD Golkar Kutim H Rudi Hartono, Bendahara Umum sekaligus Wakil Ketua I DPRD Kutim fraksi Golkar Asti Mazar, SE.,M.Si, Ketua fraksi Golkar Sayid Anjas, SE., M.Si, anggota DPRD fraksi Golkar Hasna.

Ketua Harian DPD Golkar Budiman Hading menjelaskan tujuanya dari silaturahmi unsur petinggi dan pengurus partai antara NasDem dan Golkar Kutim selain silaturahmi kedua unsur partai yang bertemu sangat menyadari dalam menghadapi Pilkada Kutim 2020, berdasarkan jumlah kursi terbilang tidak cukup sehingga sangatlah perlu dibangun jaring asmara melalui komunikasi politik antara Golkar, NasDem dan menyusul nantinya dengan partai lainnya.

“Dengan harapan demi keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Kutai Timur, untuk itu saya rasa untuk dapat kembali melanjutkan progres pembangunan di Kutim di bawah kepemimpinan Ismu-KB InshaAllah maka tidak ada kata lain kedua petahana dapat melanjutkan 2 priode,” jelas Budiman Hading.

Dia menambahkan agenda terpenting bagaimana kandidat yang dijargonkan dari NasDem dalam hal ini Bupati Ismunandar dan petahana yang dijargokan DPD Golkar Kutim yaitu Wabup Kasmidi Bulang dengan harpan dapat “bersatu” kembali.

Tentunya pertemuan antara NasDem dan Golkar merupakan sinyal terbentangnya rel perjuangan yang sama antara Ismu-KB dapat kembali dalam satu koridor menjalankan kepemimpinan di roda pemerintahan.

Pertemuan para petinggi partai NasDem dan Golkar Kabupaten Kutim.

Untuk itu pada kesempatan tersebut jurnalis Metro Kaltim mempertegas kembali dengan gamblang tentang kepastian Ismu-KB untuk tetap bersama? “Yah dengan adanya pertemuan ini dengan penuh antusias dan intens antara para kader partai saya rasa sangat terbuka serta tergambar jelas kemana arah kami, untuk dapat menyandingkan kembali walaupun belum final,” ulas Budiman Hading.

Sementara mewakili NasDem melalui Wakil Ketua II DPRD Kutim Arfan menjelaskan kehadiran rekan-rekan pengurus NasDem dengan pengurus Golkar dalam memenuhi undangan silaturahmi menjalin komunikasi politik. “Tentunya melalui kebersamaan ini, bahwasanya NasDem tidak diragukan lagi. Tugas kami dari DPD NasDem telah selesai bahwa dari DPP meminta rekomendasi dari DPD ke DPP partai Nasdem dan beberapa bulan lalu kami telah mengeluarkan rekomendasi,” jelasnya.

Arfan mengakui dari hasil rekomendasi itu ada tiga kandidat yaitu yang pertama Kasmidi Bulang, kader dari NasDem Ismail, ST dan H. Hasbullah ranah kewenangannya saat ini sudah di DPP NasDem. “Seminggu yang lalu DPP menanyakan siapa kira-kira pasangan Ismunandar? Sama persis seperti pembicaraan kita hari ini. Kalau NasDem di Kutim tentunya sudah selesai artinya NasDem merekomendasikan kepada bapak Kasmidi Bulang,” beber Wakil Ketua II DPRD Fraksi NasDem.

Walau demikian menurut Wakil Ketua II DPRD Kutim semua kembali kepada DPP lagi yang mengeluarkan nantinya, karena NasDem saat ini seluruh Indonesia menyikapi mengeluarkan rekomendasi sudah dipastikan berpasangan tidak lagi sendiri-sendiri. “Tentunya mewakili NasDem saya mengucapkan terima kasih mendalam kepada partai Golkar untuk kembali membangun komunikasi politik, tapi inilah hasil rekomendasi yang ada dengan beberapa kandidat tentunya kami masih melakukan komunikasi lanjutan,” kata Arfan lagi.

Arfan menegaskan mengingat pilkada 2020 jatuh di bulan Desembar di harapkan calon pilkada ini dapat segera menentukan sikap dalam menentukan pasangannya. Lantas apakah dalam pertemuan ini telah mendapatkan arah petunjuk dari petahanan kandidat Nasdem Ismu? “Pertemuan hari ini memang atas restu beliau bapak Ismunandar saya sempat berkata ijin pak ada temen-temen Golkar berkeinginan bersilaturahmi beliau merespon positif dan mempersilahkan hanya beliau yang bisa mengartikan itu. Namun hingga saat ini baik NasDem, PPP dan Golkar masih bersama-sama menyelesaikan tugas beliau. Terlebih tugas utama kita semua di hadapkan pada penanganan covid-19,” imbuh.

Budiman Hading menambahkan bahwa DPD Partai Golkar menempuh inisiasi ini tetap berkoordinasi dari petunjuk Ketua DPD Golkar Kasmidi Bulang. Media juga menanyakan ada dua kandidat yang di usung oleh partai Golkar? Ketua Harian Golkar langsung angkat bicara hasil pertemuan dengan DPP Partai Golkar memberikan arahan kepada calon potensial dalam hal ini Kasmidi dan Mahyunadi untuk melaksanakan sosialisasi jadi belum ada surat apapun yang turun baik itu rekomendasi surat tugas atau rekom sementara jadi yang ada adalah baru sebatas sosialisasi.

“Jika ada calon yang sudah menyatakan itu artinya ‘Allahhu’alam’… namun yang jelas dalam catatan kami pengurus harian saya rasa belum ada, tapi itu sah-sah saja karena strategi artinya Golkar masih terbuka akan tetapi strategi orang silahkan saja,” ungkap Budiman Hading.

(rina/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.