Tak Punya Surat Hasil Rapid Tes, Calon Penumpang Kapal Tujuan Palu Terlantar Sepekan di Pelabuhan Feri Kariangau

Balikpapan, Metrokaltim.com – Sudah sekira sepekan Ismail (32) terlantar bersama 9 rekan lainnya di ruang tunggu pelabuhan feri Kariangau, Balikpapan Barat.

Hal ini dikarenakan ke 10 calon penumpang kapal feri tujuan Palu ini tidak mengantongi surat hasil rapid tes. Mereka yang terdiri dari empat pria dewasa, tiga wanita dewasa dan tiga anak kecil yang merupakan warga Palu ini harus menginap bermalam-malam di ruang tunggu pelabuhan

Ismail menyebut dia bersama rombongannya tidak dapat membeli tiket kapal feri tujuan Balikpapan-Palu lantaran diminta menunjukan surat hasil rapid tes oleh penjaga tiket pelabuhan. Karena diketahui surat hasil rapid tes ini merupakan salah satu syarat untuk membeli tiket kapal tersebut.

10 calon penumpang kapal yang terlantar di ruang tunggu pelabuhan feri Kariangau, Balikpapan.

Alhasil, mereka pun harus tinggal di ruang tunggu pelabuhan karena bingung mau berbuat apa. “Sudah enam hari di sini (pelabuhan, Red). Kita enggak bisa nunjukkan surat rapid tes, makanya kita tidak bisa beli tiket kapalnya,” ungkap Ismail saat ditemui, Minggu (7/6).

Dia menambahkan, sebelum berangkat ke Balikpapan untuk menyebrang ke Palu melalui pelabuhan feri Kariangau, Balikpapan Barat, mereka sudah dibekali surat keterangan sehat dari perusahaan yang mempekerjakan mereka sebelumnya. Namun mereka kebingungan lantaran diminta menunjukkan surat hasil repid tes saat hendak membeli tiket.

“Saya hanya ada surat keterangan sehat saja dari perusahaan kemarin. Kalau harus membuat surat rapid tes kami tidak mampu karena sudah tidak ada lagi uang,” akunya.

Ismail berharap bisa cepat pulang agar bisa merawat istri yang sedang sakit di Palu.

Apalagi untuk mendapatkan surat hasil rapid tes harus merogoh kocek sekira Rp 400 ribu. Mereka pun saat ini harus hidup dengan uang seadanya sisa dari pekerjaan sebelumnya.

Untuk itu Ismail berharap ada kebijakan dari pemerintah setempat atau kota tujuannya. Hal ini karena dirinya ingin cepat pulang ke Palu dimana sang istri yang mengalami sakit.

Di tempat yang sama calon penumpang lainnya bernama Dian (20) mengungkapkan, selama enam hari berada di ruang tunggu pelabuhan feri Kariangau mereka hanya makan dua kali sehari. Hal ini untuk menghemat pengeluaran mereka.

“Kita makan itu cuma dua kali aja. Siang sama sore biar tahan enggak kelaparan mas,” timpalnya.

Dian pun berharap ada bantuan dari pihak-pihak yang mengetahui keberadaan mereka saat ini. “Semoga aja ada yang perduli sama kita disini. Mungkin bisa kasih makan, syukur-syukur kami bisa pulang ke Palu,” harapnya.

Diketahui sebelumnya rombongan yang berjumlah 10 orang ini berangkat dari perusahaan tempat mereka bekerja di Wahau pada Senin (1/6) lalu dengan tujuan Balikpapan untuk pulang ke kampung halamannya di Palu memalui Pelabuhan Feri Kariangau. Namun saat membeli tiket kapal mereka ditolak oleh loket tiket. Pasalnya dalam pembelian tiket setiap calon penumpang wajib menunjukkan surat rapid tes bebas covid-19.

(riyan)

1 thought on “Tak Punya Surat Hasil Rapid Tes, Calon Penumpang Kapal Tujuan Palu Terlantar Sepekan di Pelabuhan Feri Kariangau

Leave a Reply

Your email address will not be published.