Metro Kaltim

Tak Terima Ditilang, Pengendara Pajero Cekcok dengan Polisi

Balikpapan, Metrokaltim.com – Bersitegang antara polisi dengan pengendara terjadi di Balikpapan, Kamis (24/10) pagi. Seorang pengendara roda empat, beranama Saleh, menolak dirinya ditilang karena tak memakai sabuk pengaman atau safety belt mobil.

Kejadian ini terjadi saat jajaran Satlantas Polres Balikpapan menggelar Oprasi Zebra Mahakam 2019 di SPBG Muara Rapak, Balikpapan Utara, sekitar pukul 09.45 Wita. Operasi ini merupakan operasi hari kedua sejak dimulai pada Rabu (23/10) kemarin.

Awalnya aparat yang bertugas dioperasi ini menangkap basah Saleh tidak menggunakan safety belt saat mengendarai Toyota Pajero. Petugas pun terpaksa menilang Saleh. Dia pun diminta keluar dari mobil untuk menjalani proses tilang. Namun Saleh menolaknya.

“Apa salah saya? Surat saya lengkap, SIM ada, STNK ada kok,” katanya kepada petugas kepolisian dari dalam mobil.

Setelah diberi penjelasan sedikit, Saleh mau menuruti perminataan petugas. Dia keluar dari mobilnya. Namun bukan berarti dia sudah mau untuk ditilang. Hal ini dilakukan karena sudah banyak warga yang menontonin dirinya adu mulut dengan polisi.

Menurut Saleh, tak ada yang salah tidak menggunakan safty belt saat berkendara di dalam kota. Karena menggunakan safty belt saat berkendaraan di kota akan mengganggu kenyamanan. “Kita ‘kan mau naik turun kalo di dalam kota. Jadi enggak masalah enggak pakai safty belt, biar enggak repot,” ujarnya.

Terlebih, karena menurutnya ada banyak pengendara roda empat yang tidak menggunakan safty belt. Namun dia merasa hanya dirinya yang ditindak. Untuk menyelesaikan masalah ini, Saleh hendak menemui pimpinan Oprasi Zebra Mahakam di Balikpapan.

“Siapa yang pimpin disini? Saya mau minta dijelaskan! Kenapa cuma saya yang ditilang. Angkot-angkot itu juga enggak pake safty belt kok, kok tidak di razia juga,” bentaknya.

Namun polisi tidak bergeming. Petugas pun tidak menerima argument yang dilontarakan Saleh. Polisi tetap memberikan surat tilang kepada Saleh karena telah melanggar peraturan berlalu lintas dengan tidak menggunakan safty belt.

Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Balikappan, Iptu Benny Wijanarko mengatakan, Saleh ditindak sesuai aturan yang berlaku. Karena tidak ada aturan berlalu lintas yang memperbolehkan untuk tidak menggunakan safety belt saat mengendarai mobil. “Enggak ada itu aturannya enggak wajib pakai safety belt di dalam kota,” katanya.

Benny juga tak terlalu mempersalahkan protes yag dilancarkan Saleh. Karena menurutnya protes sah-sah saja. Namun protes harus tetap mengikut aturan. Yaitu bukan protes di lokasi jalannya operasi. “Kalau mau protes bisa nanti langsung di persidangan,” pungkasnya.

(sur/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *