Tim Hammer Polres Kutim Berikan Efek Jera Pada Remaja yang Mabuk Miras

Sanggata, Metrokaltim.com – Prihatin akan penyakit masyarakat (pekat red) terlebih akan kenakalan remaja terlebih di kalangan pelajar, jajaran dari gabungan satuan Mako Polres Kutim dibawah komando Kapolres Kutai Timur AKBP Indras Budi Purnomo bersama jajaran terpanggil dalam penyelematan generasi penerus bangsa agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal tindak kriminalitas, maka belum lama ini dalam penanganannya dari Polres Kutim di bentuk satuan unit Hammer.

Kepala regu dari tim Hammer Mapolres Kutim yang turut mewakili Kapolres Kutim Indras, Ipda Wirawan Trisnadi menjelaskan terbentuknya tim Hammer bertujuan dalam menjaga ketertiban keamanan di masing-masing lingkungan masyarakat (Kamtibmas) serta mengantisipasi penyakit masyarakat dan menekan kenakalan remaja.
Yang mana pasca terbentuknya Hammer pola tekhnis pelaksanaan melalui giat patroli rutin dalam Seminggu 3 kali patroli.

“Adapun sasaran kami di beberapa titik yang rawan di seputaran Kota Sangatta-Kutim, serta kawasan-kawasan titik kumpul para remaja maupun lokasi yang sering digunakan untuk ajang aksi balap liar (trek-trekan),” beber Ipda Irawan.

Dalam satuan regu unit hammer saat turun ke lapangan melalui giat patrolinya 1 tim terdiri dari 12 anggota yang merupakan gabungan satuan unit fungsi dari kepolisian. Seperti halnya giat patroli Hammer pada Kamis (27/2) malam hingga dini hari dipimpin langsung Ipda Irawan saat melintas di Buana Mekar didapati sekumpulan remaja yang asyik pesta minuman keras “miras”
“Saat kami melakukan pemeriksaan dan introgasi ditempat tercium dari mulut mereka aroma alkohol yang menyengat akhirnya tindakan yang kita lakukan barang bukti miras saya minta kepada mereka untuk disiramkan ke badan mereka dalam memberikan efek jera serta turut menasehati mereka,” tegas Ipda Irawan.

Ipda Irawan usai memberikan pembinaan kepada remaja pesta miras, tim patroli Hammer kembali bergerak dititik selanjutnya kembali jajaran Hammer kembali memergoki kumpulan remaja tengah asyik mengkomsumsi obat batuk Komix dengan dosis berlebihan agar memberikan efek “nge-fly” di sekitar lokasi anak-anak ngomix didapati banyak bungkusan kemasan sachet obat Komix. “Disini kita langsung memberikan tindakan lagi dengan menyuruh mereka push up,” tegas komandan regu tim Hammer.

Selain itu Ipda Irawan meminta baik kepada para remaja yang sempat dilakukan pembinaan langsung di tkp, diminta membuat kesepakatan untuk tidak mengulangi perbuatan yang kurang terpuji apalagi terang-terangan di beberapa sarana umum. “Saya mengimbau kepada orang tua untuk dapat terus meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya jangan sampai salah pergaulan dan melakukan hal-hal negatif yang dapat memicu tindakan kriminalitas lainnya,” imbau pria dengan pangkat balok satu dipundak.

(rina/ryan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *