Tim Pansus DPRD Kaltim Turun ke Kutim, Tindak Lanjuti Pembahasan Kawasan KEK Maloy

Kutai Timur, Metrokaltim.com – Kunjungan tim Pansus DPRD Provinsi Kaltim mengenai rencana tata ruang kawasan industri oleachemical Maloy Kabupaten Kutai Timur. Tim pansus yang di pimpin H J Jahidin S, H Agus Aras, Siti Riski Amelia, dan jajarannya.

Kehadiran pansus Kaltim di sambut Bupati Ir H Ismunandar MT, Wakil Bupati H Kasmidi Bulang ST MM, Sekertaris Daerah Drs H Irawansyah bersama perwakilan DPRD Kutim Faisal Rahman, dan OPD terkait. Dalam pembasahannya di ruang Meranti, Kamis (4/6) pagi terkait progress yang sudah di jalankan oleh pemerintah daerah.

Ketua tim pansus H.J.Jahidin S menagtakan, kehadirannya ke Kutim ini untuk memadukan draf perda, karena Kutim yang mempunyai wilayah KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), dengan tata ruang yang ada di provinsi membawahi secara keseluruhan di Kalimantan Timur, data yang sudah ada akan cocokan di lapangan.

“Kami bersama tim ingin mengetahui secara keseluruhan dan mencocokan data yang sudah ada, Hingga nanti kita buatkan perdanya,” ungkapnya.

Bupati Ismunandar sendiri menegaskan sangat menginginkan percepatan pembangunan secara bertahap, dengan kondisi pemulihan ekonomi pasca covid-19 ini, berbagai program yang di canangkan ke depan sudah di jalankan, terlebih banyak investor yang ingin berinvestasi di Kabupaten Kutai Timur.

“Saya berharap investor yang datang berinvestasi ke Kutim bisa memperkerjakan tenaga lokal bukan mengambil pekerja di luar Kutim, dan pelabuhan KEK Maloy ini bisa menjadi APD buat daerah Kutim,” terangnya.

Foto bersama tim Pansus DPRD Kaltim bersama Pemkab Kutim.

Di kesempatan yang sama wakil bupati H Kasmidi Bulang ST MM menjelaskan, pansus Kaltim yang datang mendengar apa saja yang menjadi kendala dan sejauh mana pelabuhan KEK Maloy terbangun.

“Kita bersyukur ada 10 investor yang akan berinvestasi di Kawasan industri KEK Maloy, ini merupakan suatu kebanggaan bagi kita khususnya masyarakat Kutim. Kita juga menekankan pada investor yang ingin berinvestasi agar mengutamakan tenaga kerja dari kutim, bukan dari luar Kutim,” jelasnya

Di temui usai pertemuan, PLT Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMD-PTSP) Kutim Saipul Ahmad menyurati kembali 10 calon investor MBTK KEK Maloy.

Saipul menambahkan saat ini pihaknya tengah menyiapkan beberapa kontruksi dokumen. Dan akan kembali mengundang calon investor agar mendapatkan kepastian.

“Saat ini kita sedang menyiapkan beberapa konstruksi dokumen untuk meyakinkan proposal tawaran ke dunia usaha dari KEK Maloy MBTK. Dan kita akan kembali mengundang calon investor itu, ini masih digodok kepastiannya belum bisa kita kabari,” beber Saipul.

Terkait kendala permasalahan lahan, saat ini KEK MBTK, Sudah tidak mengalami kendala, dari luasan area 509,34 hektare sekira 400 hektare lahan sudah siap di gunakan untuk industri. Kelengkapan lainnya pun sudah nampak dari PLN, jaringan spam air bersih, dan internet sudah di sediakan.

Air baku dari mata air tersebut dipompa menuju IPA di KEK Maloy melalui pipa transmisi air baku diameter 500 mm sejauh 28 KM. Air baku diolah terlebih dahulu di IPA selanjutnya sebagian ditransfer menuju reservoir booster dan di alirkan dengan kapasitas 200 liter perdetik yang di kerjakan oleh dinas PUPR Kaltim.

“Untuk fasilitas sudah kita penuhi, adapun yang kurang hanya sedikit saja, bertahap semua kita benahi dan lengkapi agar investor siap datang dan menempati,” katanya

Selain itu untuk permasalaham perizinan, Pemkab Kutim sudah memberikan cara yang fleksibel, mempermudah calon investor untuk melakukan administrasinya. Dengan demikian bisa lebih optimal pencapaian realisasi investasi di Kaltim.

(rina/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *