Tingkatkan PAD Kutim, Pemkab Akan Melakukan Kajian Bersama Unmer Malang

Kutai Timur, Metrokaltim.com – Rapat vicon FGD Intensifikasi dan Ekstensifikasi income dalam rangka meningkatkan PAD Kabupaten Kutai Timur yang di hadiri Bupati Ir H Ismunandar,MT bersama Wabup H Kasmidi Bulang,ST MM, sekertaris daerah Drs H Irawansyah, kepala dinas Bapenda Musyaffa, Kepala Dinas Kesehatan Bahrain, kepala Dinas Perdagaan H Zaini, Kepala Dinas Peternakan, berlangsung Senin (18/5).

Dalam pembahasannya, Bupati Ismunandar mengatakan bahwa Intensifikasi dan Ekstensifikasi akan di kaji bersama. UMKM jadi salah satu yang paling terdampak dari penurunan aktivitas masyarakat karena pandemi Covid-19. Pemerintah meresponnya dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dengan PEN, kegiatan ekonomi para pelaku usaha dapat dipulihkan. UMKM bisa memperpanjang nafasnya dan ekonomi Indonesia bisa bergerak kembali.

“Kita menyadari walaupun PAD nya naik, tetapi kita melihat masih ada yang belum optimal. Maka dari itu kita bisa bekerja sama dengan Universitas Merdeka Malang untuk mengkaji intensifikasi dan Ekstenfikasi, mana yang mau di intensifikasi kan, kalau pun di Ekstenfikasi yang mana saja,” jelasnya.

Bupati Kutim Ismunandar dan Wakilnya Kasmidi Bulang saat menghadiri rapat vicon FGD dalam rangka meningkatkan PAD.

Bupati Ismunandar menjelsakan, sumber – sumber PAD yang sah belum ada di tarik. Nantinya bisa liat hasil laporan pendahuluan dan semua sektor yang masih di kaji, dan belum ada suatu kesimpulan.

“Kita sudah fokus, kemungkinan apa saja yang mau di Intensifikasi, juga apa saja yang mau di Ekstensifikasi. Strategi dari pemerintah sendiri harus banyak mensosialisasikan dan yang ke dua alat apa saja yang belum berfungsi dengan baik jangan hanya menarik saja tetapi tidak ada pelayanan yang kita berikan,” katanya.

“Ekstensifikasi nya yang perlu kita dapatkan melihat Kabupaten Kutai Timur sendiri, terutama di bidang perkebunan yang di kelola oleh perusahaan, dan tentunya memakai tenaga kerja lokal juga tenaga kerja asing. UUD ketenagakerjaan mewajibkan pajak, sudah tentu pajaknya masuk ke pusat,” tegas Bupati Ismunandar

Ismu menambahkan, pentingnya pajak di kelola pemerintahan daerah untuk menambah PAD. Begitu juga kendaraan yang berplat nomor luar Kalimantan yang beroperasi di dalam tambang, serta bus antar jemput karyawan. Itu menjadi salah satu potensi yang perlu di kaji

“Banyak potensi yang bisa menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tinggal bagaimana kesadaran dari masyarakat bekerjasama dengan pemerintah,” tutup Bupati Ismunandar.

(rina/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *