Waspada Uang Palsu, Toko di Balikpapan Nyaris Dibayar Pakai Upal Rp 100 Ribu

Balikpapan, Metrokaltim.com – Imbauan kepada warga untuk waspada terhadap uang. Sebab, uang palsu (upal) kembali beredar di Balikpapan. Herman (37), selaku pemilik Toko Dam Jaya Grosir di Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan Kota, nyaris menjadi korbannya.

Kepada Metro Kaltim, Herman menceritakan kronologis beredarnya upal tersebut. Pada Minggu (21/6) pagi, tokonya didatangi seorang
wanita lanjut usia. Wanita itu hendak membeli sebungkus rokok. Herman sendiri yang melayani pembeli tersebut.

Setelah wanita itu mendapatkan barang yang dicarinya, ia membayar Herman dengan uang pecahan Rp 100 ribu. Namun, kertas uang tersebut terbilang tipis dari kertas uang pada umumnya. Hal ini membuat Herman ragu. Dia lantas memeriksa keaslian uang tersebut menggunakan money detector.

“Pas saya cek pakai alat tersebut ternyata nomor serinya tidak mengeluarkan cahaya. Jelas ini uang palsu,” katanya.

Dijelaskan Herman, wanita yang membayar dengan upal itu sudah sering membeli di tokonya.
Oleh sebab itu, dia tak membawa perkara ini ke ranah hukum. Herman hanya minta agar upal itu diganti dengan yang asli. Si wanita pun menyanggupi permintaan tersebut.

“Iya Mas, sudah jadi langganan kami. Jadi ya dibebaskan saja. Bilangnya sih dia juga dapat dari orang lain, artinya kan dia juga korban,” jelasnya.

Mendapatkan upal bukan kali ini saja dialami Toko Dam Jaya Grosir. Herman menyebut, pada Rabu (17/6) lalu, tokonya juga menerima upal dengan pecahan Rp 100 ribu. Keesokan harinya, tokonya kembali mendapatkan upal dengan nominal yang sama dari konsumennya. “Jadi sudah tiga kali dapat uang palsu,” bebernya.

Namun Herman tak sendiri mendapatkan upal. Informasi yang dihimpunnya, sudah ada dua korban lainnya yang menerima upal dengan ciri-ciri upal yang sama diterima Herman. “Nomor serinya juga lama,” sebutnya.

Agar tak ada lagi warga yang menerima upal, Herman pun memberikan tipis. Kata dia, hal yang paling gampang membedakan uang palsu dengan yang asli cukup dengan merobek tipis-tipis lembar uang. Jika kertas uang mudah dirobek sudah pasti palsu.

“Karena uang palsu itu kertasnya lebih tpis dengan yang asli. Selain itu bisa juga diperiksa pakai sinar ultraviolet. Kalau nomor serinya bercahaya itu asli,” pungkasnya.

(tya/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *