Lomba Musisi Jalanan Meriahkan Hari Bhayangkara ke-79 di Balikpapan
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polresta Balikpapan menggelar lomba musisi jalanan yang berlangsung meriah pada Rabu (25/6/2025) siang. Acara ini dibuka langsung oleh Wakapolresta Balikpapan, AKBP Hendrik Eka Bahalwan, di Cafe Dejong, Balikpapan Selatan.
Sebanyak 10 musisi jalanan berpartisipasi dalam lomba ini. Para peserta menunjukkan kemampuan bermusik mereka melalui penampilan lagu wajib yang telah ditentukan panitia, serta satu lagu pilihan bebas. Antusiasme peserta dan penonton membuat suasana semakin semarak.
“Ini adalah bentuk apresiasi kami kepada para musisi jalanan yang selama ini turut menjaga ketertiban dan keamanan di kota Balikpapan. Mereka adalah mitra strategis kami dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan kondusif,” ujar AKBP Hendrik Eka Bahalwan dalam sambutannya.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran musisi jalanan di ruang-ruang publik tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun suasana yang positif di tengah masyarakat.
Panitia lomba menyediakan berbagai hadiah menarik bagi para pemenang, termasuk trofi, piagam penghargaan, uang pembinaan, serta hadiah hiburan lainnya. Penjurian dilakukan secara ketat dan profesional oleh tiga dewan juri independen yang sengaja didatangkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses penilaian berlangsung transparan dan objektif.
“Harapan kami, meskipun diselenggarakan secara sederhana, kegiatan ini tidak mengurangi rasa hormat kami kepada para mitra strategis seperti para musisi jalanan. Mereka layak mendapatkan ruang untuk berekspresi dan dihargai atas kontribusinya,” tambah Wakapolresta.
Lomba ini menjadi salah satu dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Balikpapan. Selain bertujuan untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan citra positif Polri di mata publik.
Dengan terselenggaranya lomba ini, Polresta Balikpapan ingin menunjukkan bahwa menjaga keamanan kota tidak hanya dilakukan dengan penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan budaya dan seni.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
309
