Tangis Ibu Pecah Saat Reka Adegan Pembunuhan di MT Haryono, Tuntut Pelaku Dihukum Mati
Ibu Korbvan Naomi Yusri tak kuasa menahan tangis saat reka adegan di lakukan. Foto: Ries
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Tangis pecah di lokasi reka adegan kasus penikaman yang menewaskan seorang pemuda di Jalan MT Haryono, RT 08, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Balikpapan Utara, Jumat (13/2/2026). Ibu korban, Naomi Yusri, tak kuasa menahan haru saat menyaksikan langsung pelaku memperagakan adegan demi adegan yang menghabisi nyawa anaknya.
Dengan mengenakan topi hitam dan masker, Naomi hanya bisa pasrah berdiri di antara kerumunan warga. Air matanya terus berderai ketika pelaku memperlihatkan bagaimana peristiwa tragis itu terjadi. Beberapa kali ia tampak menunduk, mencoba menguatkan diri di tengah suasana yang begitu emosional.
Reka adegan tersebut digelar oleh jajaran Polresta Balikpapan dengan pengamanan ketat. Aparat dari Polda Kalimantan Timur, Polresta Balikpapan, dan Polsek Balikpapan Utara berjibaku menghalau massa yang memadati lokasi. Keluarga korban dan warga sekitar yang geram sempat menyoraki pelaku dan berusaha merangsek mendekat.
Petugas kepolisian membentuk barikade untuk memastikan proses reka adegan berjalan lancar. Meski situasi sempat memanas, kegiatan akhirnya dapat dilaksanakan dengan tertib hingga adegan terakhir diperagakan.
Usai reka adegan, Naomi Yusri menyampaikan kesedihannya kepada awak media. Ia menegaskan bahwa anaknya tidak memiliki dendam ataupun masalah dengan orang lain. Namun takdir berkata lain, putranya justru menjadi korban pembunuhan yang keji.
“Saya tidak menyangka anak saya akan pergi dengan cara seperti ini. Dia tidak punya musuh,” ujarnya dengan suara bergetar.
Naomi berharap pelaku mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya. Ia bahkan meminta agar pelaku dijatuhi hukuman mati, sama seperti penderitaan yang ia rasakan akibat kehilangan anak tercinta.
Kasus ini masih terus diproses pihak kepolisian untuk selanjutnya dilimpahkan ke tahap persidangan.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
90
