Peran 128 Paguyuban Jadi Kunci Balikpapan Tetap Kondusif Selama Ramadan
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kondisi Kota Balikpapan yang tetap aman dan kondusif selama bulan Ramadan tak lepas dari peran aktif paguyuban di tengah masyarakat. Pemerintah Kota Balikpapan menilai, keberadaan paguyuban menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kerukunan antarwarga di kota ini.
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 128 paguyuban yang aktif dan berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial. Menurutnya, seluruh paguyuban mampu menjalankan peran dengan baik, terutama dalam meredam potensi konflik.
“Selama Ramadan, tidak ada konflik antar etnis. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah semakin dewasa dan saling menghargai,” ucap Bagus saat ditemui di Rumah Jabatan Wakil Wali Kota, Minggu (29/3/2026).
Ia menjelaskan, tidak hanya konflik sosial yang berhasil ditekan, tetapi juga berbagai potensi gangguan ketertiban umum. Aktivitas negatif yang kerap muncul saat Ramadan, seperti kebut-kebutan, perang sarung, hingga penggunaan petasan berlebihan, nyaris tidak ditemukan.
Kondisi ini, lanjutnya, menjadi indikator kuat bahwa kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban semakin meningkat. Paguyuban dinilai berhasil menanamkan nilai kebersamaan dan tanggung jawab sosial kepada anggotanya.
“Anak-anak muda juga lebih tertib. Ini hasil dari peran paguyuban yang terus mengedepankan nilai kekeluargaan,” katanya.
Bagus menambahkan, paguyuban tidak hanya berfungsi sebagai wadah sosial, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Melalui paguyuban, berbagai program dan kebijakan pemerintah dapat disampaikan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
“Selain itu, paguyuban juga aktif dalam kegiatan edukasi masyarakat, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, hingga mendukung program pembangunan kota,” lanjutnya.
Pemerintah Kota Balikpapan sendiri saat ini tengah menjalankan sejumlah program prioritas, seperti layanan BPJS gratis, pembangunan sekolah, penanganan banjir, dan peningkatan layanan air bersih.
“Kami berharap dalam dua tahun ke depan, program-program ini bisa dirasakan maksimal oleh masyarakat,” jelasnya.
Di sisi lain, dia mengingatkan pentingnya menjaga semangat persatuan di tengah keberagaman yang ada. Menurutnya, perbedaan latar belakang justru harus menjadi kekuatan, bukan sumber konflik.
“Mari terus jaga kerukunan dan persatuan. Selama masalah bisa diselesaikan secara kekeluargaan, tidak perlu ada konflik,” pungkasnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)
Penulis: Ar
Editor: Alfa
75
