Andi Harun Minta Klarifikasi Lebih Spesifik atas Permintaan Maaf Rudy Mas’ud

FOTO: Walikota Samarinda, Andi Harun/ doc.

SAMARINDA, Metrokaltim.com – Wali Kota Samarinda yang juga kader Partai Gerindra, Andi Harun, menanggapi polemik pernyataan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud terkait pengangkatan Hijrah sebagai tim ahli gubernur yang disebut sebagai hak prerogatif, dengan analogi penunjukan Hashim Djojohadikusumo sebagai utusan khusus presiden oleh Prabowo Subianto.

Andi Harun menyampaikan pandangannya saat ditemui di Anjungan Karangmumus, Balai Kota Samarinda, Jumat (1/5/2026). Ia mengatakan baru mengikuti perkembangan isu tersebut setelah muncul berbagai reaksi di media sosial, termasuk dari sejumlah kader Partai Gerindra yang menyoroti pernyataan Rudy Mas’ud dalam konferensi pers.

Menurutnya, Rudy Mas’ud telah menyampaikan permintaan maaf setelah muncul respons dari internal partai. Namun, ia menilai masih ada ruang yang perlu diperjelas, terutama terkait siapa pihak yang dituju dalam permintaan maaf tersebut.

Dalam pernyataan awal, Rudy Mas’ud disebut mengaitkan nama Hashim Djojohadikusumo dan Presiden Prabowo Subianto secara langsung, sementara klarifikasi berikutnya disampaikan dalam bentuk yang lebih umum kepada pemimpin nasional.

“Saya menghormati pernyataan maaf dari Pak Gubernur atas pernyataan sebelumnya yang mengaitkan sorotan publik terhadap hubungan beliau dengan saudaranya dengan perbandingan pada Pak Hashim dan Presiden Prabowo Subianto,” kata Andi Harun.

Ia menilai penggunaan istilah yang terlalu luas dalam klarifikasi tersebut membuat sebagian kader Gerindra menilai permintaan maaf belum sepenuhnya bersifat personal kepada pihak yang disebut dalam pernyataan awal. Karena itu, ia menyarankan agar Rudy Mas’ud dapat menyampaikan klarifikasi secara langsung kepada Hashim Djojohadikusumo dan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Andi Harun, langkah tersebut dapat membantu meredakan dinamika yang muncul di internal partai maupun di ruang publik, sekaligus memperjelas penyelesaian atas polemik yang berkembang.

Ia juga menegaskan tidak melihat adanya unsur kesengajaan dalam pernyataan Rudy Mas’ud. Namun demikian, ia menilai perhatian publik yang sudah meluas membuat aspek tanggung jawab dan kejelasan sikap menjadi hal penting untuk diperhatikan.

Andi Harun berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan secara proporsional agar tidak berkembang menjadi perdebatan berkepanjangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

170

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.