Gelombang PHK Hantam Media, IJTI: Ancaman Nyata bagi Nafas Demokrasi
FOTO:Herik Kurniawan, Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia ( IJTI)/ doc.
JAKARTA, Metrokaltim.com – Peringatan Hari Buruh Sedunia menjadi momentum bagi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) untuk menyoroti tantangan serius yang tengah dihadapi industri media nasional. Perubahan besar akibat disrupsi digital dan tekanan ekonomi dinilai telah mendorong sejumlah perusahaan media mengambil langkah efisiensi, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap jurnalis.
IJTI menilai kebijakan PHK massal bukanlah jalan keluar yang tepat di tengah situasi tersebut. Organisasi profesi ini menekankan bahwa pengurangan tenaga jurnalis justru berpotensi menurunkan kualitas arus informasi yang diterima publik, yang pada akhirnya dapat berdampak pada kehidupan demokrasi.
Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, menyampaikan bahwa peran jurnalis televisi tidak dapat disamakan dengan pekerja di sektor lain. Menurutnya, jurnalis memiliki fungsi strategis dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya.
Ia mengingatkan bahwa berkurangnya jumlah jurnalis di lapangan akan membatasi akses publik terhadap fakta dan realitas yang terjadi. Kondisi tersebut dinilai dapat melemahkan kontrol sosial serta pengawasan terhadap berbagai kebijakan publik.
Dalam beberapa waktu terakhir, IJTI mengamati adanya tren efisiensi di sejumlah perusahaan media televisi yang berujung pada pengurangan tenaga kerja. Menanggapi hal itu, IJTI menolak kebijakan PHK sepihak, terutama yang dilakukan tanpa dialog dan pertimbangan terhadap keberlanjutan profesi jurnalis.
Sebagai alternatif, IJTI mendorong perusahaan media untuk melakukan inovasi dalam model bisnis agar dapat beradaptasi dengan perkembangan digital tanpa harus mengorbankan pekerja. Selain itu, komunikasi terbuka antara manajemen dan karyawan dinilai penting dalam setiap proses pengambilan keputusan.
IJTI juga meminta pemerintah untuk turut berperan aktif menjaga ekosistem media nasional agar tetap sehat dan kompetitif. Dukungan kebijakan dinilai diperlukan guna memastikan industri media mampu bertahan di tengah perubahan zaman.
Melalui momentum Hari Buruh, IJTI mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan kesejahteraan jurnalis sebagai bagian penting dalam menjaga kualitas informasi publik. Tanpa dukungan terhadap profesi jurnalis, keberlanjutan penyampaian informasi yang kredibel dinilai akan semakin terancam.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
43
