Aksi Menggambar Masal Balikpapan, Peserta Penuhi Taman Bekapai

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kegiatan menggambar massal serentak se-Indonesia digelar di Taman Bekapai, Balikpapan, Minggu (3/5/2026) pagi. Acara ini diinisiasi oleh Kelompok Balikpapan Seni Bergerak sebagai bentuk dukungan terhadap wacana penetapan Mei sebagai Bulan Menggambar Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma Cokorda, serta anggota DPRD Balikpapan, Yono Suherman. Ratusan peserta dari berbagai kalangan turut ambil bagian dalam kegiatan ini, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Ketua panitia, Panca Bayu Murti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. “Ini adalah Balikpapan Menggambar Massal serentak se-Indonesia. Kami dari komunitas seni rupa merespons wacana Mei sebagai bulan menggambar dengan mengadakan kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini terbuka untuk semua kalangan tanpa batasan usia. “Peserta paling muda berusia tiga tahun, sementara yang tertua lebih dari 60 tahun. Ini menunjukkan bahwa menggambar bisa dinikmati oleh siapa saja,” katanya.

Mengusung tema “Kebangkitan Menggambar”, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya seni visual. Menurut Panca, menggambar merupakan dasar dari berbagai bentuk ekspresi seni yang dapat dimulai dari hal sederhana seperti titik, garis, dan bentuk.

“Makna kebangkitan di sini adalah kesadaran bahwa segala sesuatu bisa dimulai dari visual. Kami ingin menghadirkan momen kebersamaan melalui aktivitas menggambar,” jelasnya.

Panca juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan yang pertama kali digelar. Sebelumnya, acara serupa telah dilaksanakan dua kali, namun tahun ini dinilai lebih matang karena adanya dukungan dari pemerintah daerah. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan di Balikpapan.

Salah satu peserta, Ida Farida, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menampilkan karya unik dengan melukis di atas media piring. Menurutnya, ide tersebut muncul dari kebiasaan sehari-hari.

“Inspirasi dari piring di rumah. Awalnya ada sisa cat, lalu saya coba gunakan untuk melukis di piring,” ujarnya.

Ida yang telah melukis sejak 2004 itu mengaku memiliki ratusan koleksi piring lukis. Ia juga mengatakan bahwa kegiatan menggambar memiliki tantangan tersendiri dibanding melukis.

“Kalau melukis bisa lebih cepat, tapi menggambar butuh ketelitian karena detailnya kecil,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seni menggambar semakin diminati masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan antar pelaku seni dan warga.

Penulis: Ries
Editor: Alfa

36

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.