Balikpapan Gelar Aksi Menggambar Massal, Forum Ekraf Dorong Penguatan Ekosistem Kreatif

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Ratusan peserta mengikuti kegiatan menggambar massal yang digelar di Taman Bekapai, Balikpapan, Minggu pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif, khususnya subsektor seni rupa di Kota Balikpapan.

Ketua Harian Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Balikpapan, Krisna Galih, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, momentum “bulan menggambar” tidak sekadar dimaknai sebagai aktivitas seni, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem industri kreatif di daerah.

“Kalau berbicara bulan menggambar, ini bukan hanya soal aktivitas menggambar semata, tetapi bagaimana Balikpapan mencoba membangun ekosistem industri kreatif. Salah satu subsektornya adalah seni rupa, yang mencakup menggambar, melukis, hingga mematung,” ujar Galih di Cafe Makanja.

Ia menilai kegiatan yang diinisiasi komunitas seni bergerak ini menjadi bukti nyata perkembangan sektor kreatif di Balikpapan. Eksistensi komunitas tersebut dinilai mampu memperkuat identitas kota sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif di Kalimantan Timur.

Forum Ekraf, lanjut Galih, berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan ekonomi kreatif. Ia menegaskan bahwa sektor ini mencakup berbagai bidang, mulai dari seni, penulisan, hingga penyiaran di televisi dan radio.

“Ekonomi kreatif adalah bagian dari kita semua. Apa pun jenisnya, selama itu kreatif, harus kita dukung. Kegiatan seperti ini menunjukkan semangat dan upaya nyata dari para pelaku seni,” katanya.

Meski demikian, Galih menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah dalam mendukung keberlanjutan ekosistem tersebut. Menurutnya, sinergi antara komunitas dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan ruang kreatif yang berkelanjutan.

Ia juga menyebut kawasan Taman Bekapai dan gedung parkir di sekitarnya berpotensi dikembangkan sebagai pusat kreatif atau Balikpapan Creative Center. Dengan adanya fasilitas tersebut, para pelaku seni diharapkan memiliki wadah untuk berkarya dan berkolaborasi.

“Selama ini, kendala utama para seniman adalah keterbatasan ruang. Padahal, banyak pelukis Balikpapan yang sudah menembus tingkat internasional,” ungkapnya.

Galih menambahkan, penggunaan fasilitas tersebut dapat diakses secara gratis oleh komunitas, dengan prosedur pengajuan melalui Forum Ekraf untuk kemudian dikoordinasikan dengan pengelola terkait.

Ke depan, Forum Ekraf berencana mendorong kegiatan seni rutin di ruang publik sebagai upaya meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni rupa di Balikpapan.

Penulis: Ries
Editor: Alfa

38

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.