Karhutla Mengganas di Kaltim, 273 Titik Api Terdeteksi, Balikpapan Siaga Kabut Asap

FOTO: Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianto/ doc.

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kini kian merajalela di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 273 titik api terdeteksi dan tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena selain mengancam kelestarian hutan dan lahan, karhutla juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian aparat kepolisian, khususnya di wilayah Kota Balikpapan. Wakapolresta Balikpapan, AKBP Fauzan Arianto, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Langkah pencegahan dinilai penting untuk menjaga ekosistem sekaligus mengantisipasi dampak lanjutan yang dapat ditimbulkan akibat kebakaran.

“Pada kesempatan ini saya, Wakapolresta Balikpapan, mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Balikpapan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Tentunya juga ini untuk menjaga ekosistem lingkungan kita yang aman, nyaman, dan tentunya juga kita untuk mengantisipasi adanya kabut asap yang tentunya dapat mengganggu pernapasan atau dapat menimbulkan penyakit ISPA,” ujar AKBP Fauzan Arianto.

Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan dan kesehatan. Kabut asap yang muncul juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kelancaran arus lalu lintas serta penerbangan di Kota Balikpapan.

“Selain itu, kabut asap tentunya juga dapat mengganggu kenyamanan arus lalu lintas serta penerbangan yang ada di Kota Balikpapan,” katanya.

Meski demikian, hingga saat ini kondisi di Kota Balikpapan masih relatif aman. Berdasarkan pemantauan dan data yang dimiliki kepolisian, belum terpantau adanya hotspot di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah sampai dengan sekarang, di Kota Balikpapan, berdasarkan data yang kami miliki, masih tidak terpantau adanya hotspot,” ungkapnya.

Kepolisian kembali menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mencegah karhutla. Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan metode pembakaran, terutama ketika kondisi cuaca dan lingkungan berpotensi mempercepat penyebaran api.

Pencegahan sejak dini dinilai menjadi kunci agar bencana karhutla tidak meluas dan mengancam kehidupan masyarakat. Pemerintah, aparat, serta masyarakat diharapkan bersama-sama menjaga lingkungan demi mewujudkan Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan, tetap aman, asri, dan bebas dari ancaman kabut asap.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

38

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *