Sinergi Lintas Fungsi Jadi Kunci Pertamina RU V Balikpapan Hadapi Kedaruratan Kesehatan
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Kesiapan menghadapi kedaruratan kesehatan di lingkungan industri tidak hanya bergantung pada kemampuan tim medis. Kecepatan komunikasi, koordinasi lintas fungsi, hingga dukungan stakeholder menjadi bagian penting dalam memastikan setiap potensi risiko dapat ditangani secara cepat dan terarah.
Hal tersebut menjadi fokus PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) V Balikpapan saat melaksanakan Emergency Drill SKD 13 – Wabah MERS-CoV. Simulasi ini dirancang untuk menguji efektivitas sistem tanggap darurat perusahaan sekaligus memastikan seluruh pihak memahami peran masing-masing ketika menghadapi potensi penyakit menular.
Dalam simulasi, seorang pekerja digambarkan mengalami kondisi suspek MERS-CoV. Meski merasakan keluhan lemas, pekerja tersebut tetap beraktivitas dan tidak melakukan isolasi mandiri. Kondisi tersebut kemudian menjadi pemicu rangkaian respons kedaruratan, mulai dari identifikasi kondisi, pelaporan, penanganan medis hingga upaya pengendalian risiko penyebaran.
General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, Novie Handoyo Anto, mengatakan simulasi menjadi sarana penting untuk memastikan kesiapan seluruh fungsi dalam menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat.
“Melalui emergency drill ini, kami memastikan setiap fungsi memahami peran dan tanggung jawabnya ketika menghadapi kondisi kedaruratan kesehatan. Kecepatan dalam mengenali kondisi, ketepatan dalam mengambil tindakan, serta koordinasi yang baik menjadi faktor penting untuk melindungi pekerja sekaligus memastikan kegiatan operasional tetap berjalan dengan aman,” ujar Anto.
Menurutnya, kesiapsiagaan tidak cukup hanya dengan memiliki prosedur tertulis. Setiap personel perlu memahami langkah yang harus dilakukan ketika situasi darurat benar-benar terjadi. Karena itu, simulasi menjadi instrumen untuk menguji kesiapan prosedur sekaligus kemampuan personel dalam menjalankannya.
Sejumlah aspek diuji dalam kegiatan tersebut, antara lain deteksi dan pelaporan kondisi awal, penanganan medis, koordinasi antarbagian, pengamanan area, pengendalian risiko, serta langkah mitigasi untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit.
Emergency drill tersebut juga melibatkan berbagai fungsi di lingkungan RU V Balikpapan dan mendapat dukungan dari Balai Kekarantinaan Kesehatan Balikpapan. Keterlibatan pihak eksternal menjadi bagian dari upaya menguji pola komunikasi dan koordinasi apabila kondisi kedaruratan membutuhkan penanganan secara bersama.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan komunikasi menjadi salah satu faktor yang menentukan efektivitas penanganan kondisi darurat.
“Dalam kondisi kedaruratan, komunikasi menjadi salah satu aspek yang sangat penting. Informasi harus dapat disampaikan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi agar setiap pihak memahami kondisi serta langkah yang perlu dilakukan. Melalui drill ini, kami juga menguji bagaimana koordinasi dan komunikasi antar fungsi maupun dengan stakeholder eksternal dapat berjalan efektif,” ujar Dodi.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan stakeholder merupakan bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan yang lebih komprehensif. Dengan adanya simulasi bersama, setiap pihak dapat memahami mekanisme koordinasi dan pengambilan keputusan ketika menghadapi situasi sebenarnya.
“Kolaborasi dengan stakeholder, termasuk Balai Kekarantinaan Kesehatan Balikpapan, menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan bersama. Harapannya, melalui simulasi dan evaluasi yang dilakukan secara berkala, seluruh pihak semakin siap dan memiliki pemahaman yang sama ketika menghadapi kondisi darurat yang sebenarnya,” tambahnya.
Setelah simulasi, perusahaan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan drill, termasuk kesiapan prosedur, efektivitas komunikasi dan koordinasi, serta kemampuan tim memberikan respons secara cepat dan terarah. Evaluasi tersebut menjadi bahan perbaikan untuk memperkuat sistem tanggap darurat di lingkungan kilang.
Pelaksanaan Emergency Drill SKD 13 menjadi bagian dari komitmen PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan dalam menerapkan aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE) secara berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan, simulasi, evaluasi, serta penguatan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Dengan penguatan kesiapan sumber daya manusia, sistem tanggap darurat, dan koordinasi lintas institusi, Pertamina RU V Balikpapan berupaya memastikan potensi kedaruratan kesehatan dapat direspons secara terukur tanpa mengabaikan keselamatan pekerja maupun keandalan operasional kilang.
56
