Miris, Hendak Terbang Pontianak-Palangkaraya, Penumpang Garuda Malah Tertahan 3 Hari dan Rogoh Kocek dalam Untuk Penginapan
FOTO : Penumpang Garuda Indonesia, Arnia, menunggu kepastian keberangkatan setelah penerbangannya menuju Palangkaraya dialihkan ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, akibat kondisi cuaca dan jarak pandang yang tidak memungkinkan.
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan mengganggu aktivitas penerbangan. Kondisi jarak pandang yang terbatas membuat sejumlah penerbangan mengalami pengalihan rute, termasuk penerbangan menuju Palangkaraya.
Dampak gangguan penerbangan tersebut turut dirasakan penumpang maskapai Garuda Indonesia, Arnia. Ia mengaku harus menunggu selama beberapa hari dalam perjalanan dari Pontianak menuju Palangkaraya.
Saat ditemui di Pintu 1 Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Arnia mengatakan pesawat yang ditumpanginya sempat dialihkan ke Balikpapan karena kondisi cuaca dan jarak pandang di Palangkaraya belum memungkinkan pesawat mendarat.
“Tadi mau lepas landas di Palangkaraya, cuma karena cuaca jadinya dialihkan ke Balikpapan,” ujar Arnia.
Menurut Arnia, setelah pesawat dialihkan ke Balikpapan, hingga lebih dari satu jam ia bersama penumpang lainnya masih menunggu kepastian mengenai penerbangan selanjutnya.
“Sudah satu jam lebih,” katanya ketika ditanya mengenai lama waktu menunggu di Bandara Sepinggan.
Arnia mengungkapkan, perjalanan tersebut sebenarnya dijadwalkan berangkat dari Pontianak menuju Palangkaraya dengan transit di Jakarta pada 15 September. Namun, penerbangan mengalami sejumlah perubahan jadwal hingga akhirnya membuatnya tertahan di Jakarta selama dua hari.
“Harusnya terbang tanggal 15, ternyata di Jakarta diundur ke tanggal 16. Tanggal 16 diundur lagi ke tanggal 17,” tuturnya.
Selama berada di Jakarta, Arnia mengaku harus mencari tempat penginapan sendiri dan merogoh kocek lebih dalam. Ia juga mengatakan tidak menerima kompensasi dari pihak maskapai, selain pemberitahuan mengenai perubahan jadwal penerbangan.
“Dua hari di Jakarta itu pun enggak ada tanggung jawab dari pihak maskapainya. Enggak ada, cuma ada pemberitahuan perubahan jadwal,” ujarnya.
Arnia mengatakan penerbangan dari Pontianak pada awalnya dijadwalkan berangkat pukul 08.00 WITA. Namun, jadwal tersebut beberapa kali mengalami perubahan hingga akhirnya pesawat baru berangkat sekitar pukul 22.30.
Pesawat kemudian tiba di Jakarta sekitar tengah malam. Setelah menunggu selama dua hari, Arnia kembali melanjutkan penerbangan menuju Palangkaraya pada pagi hari.
“Dari Jakarta berangkat jam 09.00. Jam 07.00 lewat itu sudah mau sampai Palangkaraya. Jam 09.00 lewat, ternyata jarak pandangnya masih tidak memungkinkan, jadinya dialihkan ke Balikpapan,” jelasnya.
Arnia memperkirakan perjalanan dari Pontianak menuju Palangkaraya yang seharusnya dapat ditempuh dalam waktu relatif singkat, kini telah berlangsung sekitar tiga hari.
Hingga berita ini ditulis, Arnia mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut terkait kepastian penerbangan dari Balikpapan menuju Palangkaraya.
“Belum ada pemberitahuan lebih lanjut,” pungkasnya.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
41
