Api Mengamuk di Lamaru, Empat Hektare Lahan Terbakar, Diduga Berawal dari Pembakaran Bata
FOTO: Api melahap lahan seluas sekitar empat hektare di Jalan Keramik RT 29, Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur. Petugas gabungan berjibaku memadamkan kobaran api, Minggu./ doc.
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Jalan Keramik RT 29, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, Balikpapan, Kalimantan Timur. Kebakaran menghanguskan lahan seluas kurang lebih empat hektare pada [tanggal kejadian].
Sejumlah bidang lahan terdampak dalam peristiwa tersebut, di antaranya lahan milik warga, tanah kaplingan, serta lahan kosong yang belum diketahui status kepemilikannya. Kondisi vegetasi dan semak yang kering diduga membuat api dengan cepat merambat ke area di sekitarnya.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Kumontoy melalui Kapolsek Balikpapan Timur AKP M. Chusen mengatakan, kebakaran diketahui sekitar pukul 11.30 WITA. Saat kejadian, seorang saksi berada di sebuah gubuk kebun yang lokasinya tidak jauh dari titik kebakaran.
“Saat itu saksi didatangi Mama Gani yang memberitahukan bahwa telah terjadi kebakaran lahan,” kata AKP M. Chusen.
Berdasarkan keterangan awal yang diterima dari saksi, api diduga berasal dari aktivitas pembakaran bata. Api kemudian merambat ke lahan kosong milik warga dari arah wilayah Sepinggan sebelum menjalar ke lahan milik Ibu Rasna dan sejumlah tanah kaplingan lainnya.
“Untuk penyebab pasti kebakaran masih perlu dilakukan pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Mendapat informasi tersebut, personel gabungan langsung mendatangi lokasi. Petugas melakukan pemantauan, pengamanan area, pendataan lahan terdampak, serta membantu proses pemadaman api.
Proses pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Petugas berjibaku memadamkan api yang membakar vegetasi dan semak kering di sejumlah bidang lahan.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.45 WITA. Setelah api padam, petugas melanjutkan proses pendinginan dan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
Kebakaran tersebut tidak hanya berdampak terhadap lahan milik warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian materiil. Selain itu, asap dari kebakaran dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Petugas juga masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait luas lahan yang terbakar serta status kepemilikan masing-masing bidang tanah yang terdampak.
Kondisi lahan yang dipenuhi semak dan vegetasi kering menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat perambatan api, terutama ketika cuaca panas dan angin bertiup cukup kencang.
Masyarakat di sekitar lokasi diimbau tetap waspada terhadap potensi munculnya kembali titik api serta segera melaporkan apabila melihat asap atau indikasi kebakaran di area lahan dan hutan.
Penulis; Ries
Editor: Alfa
73
