Pohon Tabebuya Bermekaran, Ini Kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Pemandangan berbeda terlihat di sejumlah ruas jalan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Pohon tabebuya yang tengah bermekaran dengan bunga berwarna-warni menjadi perhatian warga sekaligus mempercantik suasana kota.

Bunga tabebuya yang tumbuh di sejumlah titik jalan terlihat menghiasi kawasan perkotaan. Keberadaan pohon tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tanaman peneduh, tetapi juga memberikan nilai estetika melalui bunga yang bermekaran.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayalaksana, mengatakan penanaman pohon tabebuya telah dilakukan DLH sejak sekitar empat hingga lima tahun terakhir.

Menurutnya, tabebuya dipilih sebagai salah satu tanaman penghijauan karena memiliki fungsi sebagai pohon peneduh sekaligus dapat menghasilkan bunga yang menarik.

“Sudah sekitar empat tahun yang lalu kita mulai menanam tabebuya. Bukan hanya sebagai peneduh atau penghijauan, tetapi tanaman peneduh kita yang bisa berbunga, salah satunya tabebuya,” kata Sudirman Senin (28/9/2026).

Ia menjelaskan, sebelumnya DLH lebih banyak menanam sejumlah jenis pohon peneduh seperti trembesi dan angsana. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penanaman tabebuya mulai dikembangkan di sejumlah ruas jalan dan kawasan kota.

Ke depan, DLH Balikpapan juga berencana memperluas penanaman tabebuya di sejumlah lokasi yang dinilai memungkinkan. Penanaman dilakukan, salah satunya dengan memanfaatkan area yang mengalami peremajaan pohon.

“Ada titik-titik baru. Nanti rencananya di daerah Jalan Baru, Mukmin Faisal, atau di ruang-ruang yang memang memungkinkan untuk kita tanam,” ujarnya.

Sudirman menyebut sejumlah pohon yang telah berusia tua atau mati juga secara bertahap diganti dengan tanaman baru, termasuk tabebuya. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya peremajaan penghijauan di Kota Balikpapan.

Saat ini, pohon tabebuya telah ditanam di sejumlah kawasan, di antaranya Gunung Malang, Kilometer 3 hingga Kilometer 13, serta beberapa titik di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

“Di beberapa lokasi di Sudirman ada kita tanam. Rencananya, di beberapa taman besar kita akan tanam juga,” jelasnya.

Terkait waktu berbunga, Sudirman mengatakan tabebuya pada dasarnya dapat berbunga setiap tahun. Namun, intensitas dan waktu mekarnya bunga sangat dipengaruhi kondisi cuaca.

Ia menyebut tabebuya justru cenderung lebih banyak berbunga ketika memasuki musim panas atau kemarau.

“Setiap tahun bisa berbunga, cuma tergantung. Berbunganya biasanya pada saat musim panas. Jadi, justru berbunga di musim panas,” pungkasnya.

Penulis: Ries
Editor: Alfa

45

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *