Inovasi Pekerja KPB Pangkas Waktu Pekerjaan RDMP Balikpapan hingga 61 Hari

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Inovasi yang lahir dari persoalan teknis di lapangan memberikan kontribusi nyata terhadap efisiensi pekerjaan dalam proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Melalui sebelas inovasi yang dikembangkan para pekerja PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), sejumlah pekerjaan teknis dapat diselesaikan lebih cepat sekaligus menghindari pengeluaran biaya yang signifikan.

Salah satu capaian tersebut ditorehkan gugus inovasi CR7 melalui pengembangan metode dan alat bantu pemasangan inliner plate pada bagian dalam Process Gas Boiler. Inovasi ini memungkinkan pekerjaan diselesaikan tanpa pengerjaan ulang, dengan waktu penyelesaian 61 hari lebih cepat dibandingkan metode sebelumnya. Efisiensi tersebut menghasilkan biaya yang berhasil dihindari sekitar Rp1,4 miliar.

Capaian efisiensi juga ditunjukkan gugus SWAT yang mengembangkan metode pengelasan STR-G (Seal Weld Threaded with GTAW) untuk mengatasi kebocoran pada sambungan pipa utilitas. Melalui metode tersebut, waktu perbaikan setiap sambungan dapat dipangkas dari empat hari menjadi hanya 0,25 hari. Inovasi ini menghasilkan biaya yang berhasil dihindari sekitar Rp1,01 miliar.

Di sektor operasional, gugus EL LAJU melakukan modifikasi jalur pipa C4 pada unit pemurnian LPG. Perbaikan tersebut dirancang untuk mendukung kelancaran proses penyalaan awal (start-up) dan pengujian operasi (commissioning) agar dapat berlangsung tanpa terputus. Langkah ini turut mendukung pencapaian target operasi produksi dan lifting LPG.

Selain pembenahan teknis, KPB juga memperkuat kesiapan sumber daya manusia melalui program PROTON (Professional Refinery Operations Competency Development). Program ini menyusun peta pengembangan kompetensi Operator dan Panelman selama tiga tahun, meliputi pembelajaran mandiri, pendampingan pekerja berpengalaman, serta evaluasi secara bertahap. Perkembangan kompetensi peserta dipantau melalui HC Portal.

Tujuh gugus lainnya, yaitu STITCH, F.A.T, RFCC PRIME INNOVATOR 1, BLACKHOLE, GASPOL, STRONGBACK, dan GUARD TEAM, turut menyumbangkan inovasi untuk meningkatkan kinerja kilang sesuai bidang masing-masing.

Direktur Keuangan PT KPB, Subiyantoro, menegaskan bahwa inovasi perlu menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan agar manfaatnya dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.

“Inovasi harus menjadi bagian dari cara kita bekerja sekaligus fondasi keberlanjutan perusahaan,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar inovasi yang terbukti memberikan hasil positif terus diterapkan, dipertahankan, dan direplikasi pada unit kerja lainnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

Apresiasi terhadap berbagai terobosan tersebut diberikan melalui forum Symbiotic Nexus & Innovation Towards Excellence (SYNOVATE) 2026, yang berlangsung pada 7–9 Oktober 2026. Forum inovasi Insan Mutu PT KPB dan PT Pertamina Patra Niaga unit Balikpapan itu mengusung tema Innovation: The Inevitable Sustainability dan menampilkan 40 gugus inovasi terbaik.

Dalam forum tersebut, CR7, EL LAJU, PROTON, dan SWAT meraih predikat Gold. Sementara itu, tujuh gugus inovasi lainnya memperoleh predikat Silver.

VP Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menyampaikan bahwa membangun budaya inovasi merupakan tanggung jawab seluruh pekerja. Menurutnya, upaya perbaikan tidak harus dimulai dari perubahan besar, tetapi dapat berangkat dari persoalan sederhana yang ditemukan dalam aktivitas kerja sehari-hari.

“Teruslah mencari peluang perbaikan sekecil apa pun, karena perbaikan yang dilakukan secara konsisten akan menghasilkan perubahan yang signifikan. Mari kita buktikan bahwa kesibukan kerja bukanlah penghalang untuk berinovasi, melainkan pendorong untuk menemukan cara kerja yang lebih baik, efektif, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Wendy Efendi, salah satu pekerja yang mewakili Insan Mutu KPB, menilai bahwa inovasi tidak selalu identik dengan penciptaan teknologi atau peralatan berskala besar. Gagasan sederhana yang dikembangkan secara tepat pun dapat memberikan dampak signifikan terhadap pekerjaan.

“Hal sekecil apa pun, jika dikemas dan dirangkai dengan baik, bisa memberikan dampak yang luar biasa,” pungkasnya. (*).

73

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *