Warga Perumnas Batu Ampar Keluhkan Kerusakan Jalan Penghubung Balikpapan Utara–Barat
Kondisi jalan rusak di Perumnas Batu Ampar, Balikpapan Utara, yang menjadi akses penghubung menuju Balikpapan Barat. Warga mengeluhkan kerusakan yang telah berlangsung bertahun-tahun tanpa perbaikan(10/2/2026). Foto: Reis
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Warga Perumnas, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, mengeluhkan kondisi akses jalan utama yang menghubungkan Balikpapan Utara dan Balikpapan Barat. Jalan tersebut mengalami kerusakan parah dan telah dirasakan dampaknya oleh masyarakat selama bertahun-tahun. Namun hingga kini, warga menilai belum ada perhatian serius dari pemerintah untuk melakukan perbaikan.
Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan jalan berupa lubang besar, permukaan aspal yang mengelupas, serta genangan air saat hujan turun. Kondisi tersebut kerap menimbulkan kemacetan, membahayakan pengguna jalan, dan menghambat aktivitas warga, terutama yang melintas setiap hari untuk bekerja dan bersekolah.
Ketua RT 009 Perumnas Batu Ampar, Kasmadi, saat ditemui di Jalan A.W. Syahrani, menyampaikan bahwa kerusakan jalan tersebut sudah terjadi sejak lama dan tidak pernah mengalami perubahan signifikan. Ia mengatakan, sebagai perwakilan warga, dirinya telah berulang kali menyampaikan keluhan, namun belum mendapat respons nyata.
“Jalan ini sudah rusak bertahun-tahun. Saya sebagai Ketua RT sudah lama menyampaikan keluhan, tapi tidak ada perubahan. Padahal ini jalan provinsi. Sudah beberapa kali berganti gubernur dan pimpinan DPRD provinsi, namun tetap tidak ada respons,” ujar Kasmadi.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak sangat memprihatinkan dan kerap menimbulkan keluhan dari masyarakat. Ia mengaku sering mendapat protes dari warga karena belum adanya perbaikan, sementara dirinya memiliki keterbatasan kewenangan untuk menangani persoalan tersebut.
Kasmadi menegaskan bahwa jalan tersebut memiliki peran penting sebagai jalur penghubung antarwilayah di Kota Balikpapan. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian khusus, terutama di bawah kepemimpinan gubernur yang baru.
“Kami mohon dengan kerendahan hati kepada Gubernur Kalimantan Timur yang baru, Bapak Rudi Mas’ud, agar dapat memperhatikan kondisi jalan ini. Kami berharap ada alokasi anggaran untuk perbaikan karena kerusakannya sudah sangat parah,” katanya.
Selain kerusakan badan jalan, warga juga mengeluhkan buruknya sistem drainase di kawasan tersebut. Saluran air yang tidak berfungsi dengan baik menyebabkan genangan di tengah jalan, sehingga mempercepat kerusakan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Kasmadi juga meminta perhatian dari DPRD Provinsi Kalimantan Timur serta Pemerintah Kota Balikpapan agar dapat bersinergi dalam menangani permasalahan infrastruktur tersebut. Ia berharap keluhan warga dapat segera ditindaklanjuti demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
“Kami hanya ingin jalan yang layak. Setiap hari kami menerima keluhan warga. Kami mohon perhatian dari pemerintah provinsi dan kota agar persoalan ini segera mendapat solusi,” pungkasnya.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
146
