12 Tahun IMB Nasabah Hilang, KSPSI Geruduk BSI Balikpapan: “Bank Harus Bertanggung Jawab”
FOTO: Herman Arsyad pemilik dokumen yang di hilangkan oleh pihak Bank BSI/ doc
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Puluhan anggota bersama Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan kantor Bank Syariah Indonesia (BSI) di Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 4, Balikpapan Utara, Rabu (20/5/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan kelalaian pihak bank yang disebut menghilangkan dokumen penting milik nasabah sejak 2014 silam.
Dalam aksi itu, Ketua KSPSI Agus turut menyampaikan orasi dan meminta pihak BSI segera bertanggung jawab atas persoalan yang dialami nasabah bernama Herman Arsyad. Massa aksi membawa spanduk dan menyuarakan tuntutan agar bank segera memberikan kepastian penyelesaian.
Herman Arsyad mengatakan, aksi tersebut merupakan kali ketiga yang dilakukan untuk menuntut penyelesaian kasus hilangnya dokumen agunan berupa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) miliknya.
“Saya punya berkas agunan yang seharusnya dikembalikan pada September 2014 setelah kredit selesai. Namun salah satu dokumen agunan saya hilang dan alasan dari pihak bank hanya karena tercecer. Menurut saya itu tidak masuk akal,” ujar Herman.
Menurut Herman, dokumen yang hilang merupakan IMB rumah miliknya yang berada di kawasan pesisir pantai. Ia menilai kehilangan dokumen tersebut berdampak besar karena hingga kini dirinya tidak dapat mengurus kembali legalitas bangunan.

Ia menjelaskan, persoalan tersebut sempat dibawa ke jalur hukum pada 2016. Dalam putusan pengadilan, kata Herman, pihak bank dinyatakan melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan diwajibkan mengembalikan dokumen asli atau membantu pembuatan dokumen pengganti.
Namun hingga 2026, persoalan tersebut disebut belum juga menemukan penyelesaian. Herman mengaku kesulitan membuat IMB baru lantaran lokasi rumahnya berada di area sempadan pantai yang saat ini tidak lagi memenuhi persyaratan perizinan.
“Sudah 12 tahun tidak ada penyelesaian. Kami hanya ingin ada tanggung jawab dari pihak bank, baik mengembalikan dokumen atau memberikan solusi kompensasi,” katanya.
Herman juga mengungkapkan, pada aksi sebelumnya sempat dilakukan pertemuan dengan pihak direksi BSI. Namun, negosiasi yang dilakukan belum menghasilkan titik temu.
Ditemui terpisah Ketua KSPI Agus mengatakan, aksi demo damai akan terus dilakukan selama pihak BSI belum memberikan jawaban kepastian terkait dokumen milik nasabah yang hilang.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
154
