713 Personel Dikerahkan, Polda Kaltim Gaspol Operasi Patuh Mahakam 2026, Pelanggar Lalu Lintas Dibidik

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur resmi menggelar Operasi Patuh Mahakam 2026 untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di jalan raya. Operasi ini berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, dengan melibatkan 713 personel gabungan.

Pembukaan operasi ditandai dengan apel gelar pasukan di halaman Markas Polda Kaltim, Senin (26/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Kaltim serta perwakilan TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan.

Dalam kesempatan itu, Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Rustam Mansur menyematkan tanda operasi kepada perwakilan personel sebagai simbol dimulainya pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam 2026.

Rustam mengatakan, operasi tersebut mengedepankan langkah preemtif, preventif, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas. Upaya preemtif dilakukan melalui edukasi dan imbauan kepada masyarakat, sedangkan langkah preventif difokuskan pada pencegahan pelanggaran sebelum terjadi kecelakaan.

“Mulai hari ini sampai dengan 8 November, kurang lebih 14 hari. Sasarannya yang pertama preemtif, kita memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat pengguna lalu lintas. Kemudian preventif, serta penegakan hukum melalui elektronik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebanyak 713 personel dilibatkan dalam operasi tersebut. Berbeda dengan pola pengamanan pada operasi tertentu yang menggunakan pos penjagaan tetap, Operasi Patuh Mahakam kali ini menerapkan pola bergerak atau mobile.

“Jumlah personelnya 713. Kita tidak ada stasioner, semuanya mobile. Jadi, berbeda mungkin dengan operasi-operasi seperti Ketupat,” jelasnya.

Menurut Rustam, penggunaan sistem penegakan hukum berbasis elektronik menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kepatuhan pengendara. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penindakan bukan menjadi satu-satunya tujuan pelaksanaan operasi.

Pihaknya berharap masyarakat mematuhi aturan lalu lintas bukan semata-mata karena adanya operasi kepolisian, melainkan karena kesadaran terhadap pentingnya keselamatan berkendara.

Rustam juga mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab. Ia menegaskan, operasi tersebut tidak boleh dijadikan kesempatan untuk menyalahgunakan kewenangan.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Jangan justru operasi ini dijadikan sarana untuk menyalahgunakan kewenangan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Sebab, kecelakaan kerap berkaitan dengan pelanggaran aturan yang seharusnya dapat dicegah.

“Setiap kecelakaan pasti diawali oleh pelanggaran. Kalau kita sama-sama tidak melakukan pelanggaran, tentu kita berharap angka kecelakaan bisa ditekan,” pungkasnya.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

84

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *