Pemkot Balikpapan Resmikan BBGRM 2024
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kegiatan pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Kota Balikpapan Tahun 2024 secara resmi dibuka oleh Asisten I Tata Pemerintah Kota Balikpapan Zulkifli.
Kegiatan berlangsung di Waduk Wonorejo Gunung Samarinda, Balikpapan Utara, Sabtu (2/3/2024).
Pelaksanaan BBGRM dilaksanakan dari bulan Maret hingga awal April 2024 ditandai dengan simbolis penyerahan alat gotong royong dari walikota Balikpapan kepada 34 ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se-Balikpapan.
Dalam sambutan Walikota Balikpapan Rahmad Masud, yang diwakili Asisten I menyampaikan, pembangunan yang dilaksanakan tidak terlepas dari peran serta keswadayaan dan gotong royong masyarakat.
“Nilai-nilai gotong royong yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat sebagai sistem nilai budaya bangsa perlu dilestarikan untuk memperkuat intergrasi sosial masyarakat, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan,” kata Zulkifli.
Berkaitan hal ini perlu dilaksanakan bulan bakti gotong royong masyarakat yang mengikutsertakan seluruh komponen masyarakat yang terlibat dan tergabung dalam lembaga kemasyarakatan.
“Tujuannya mempererat kesatuan dan meningkatkan peran aktif masyarakat dalam kegiatan pembangunan,” imbuhnya.
BBGRM merupakan kegiatan gotong royong masyarakat dalam satu bulan penuh yang merupakan akumulasi kegiatan gotong royong pada bulan sebelumnya yang meliputi berbagai kegiatan di bidang kemasyarakatan, ekonomi, sosial budaya, agama serta lingkungan hidup yang melibatkan semua perangkat daerah bersama masyarakat.
“Kegiatan ini sejalan dengan visi Kota Balikpapan terwujudnya Kota termuka nyaman dihuni modern dan sejahtera dalam bingkai madinatul iman,” terangnya.
Dengan adanya BBGRM, diharapkan memberikan energi positif dalam kehidupan bermasyarakat di kota Balikpapan yaitu menumbuh kembangkan nilai gotong royong dimasyarakat.
“Dapat terbentuknya akses wilayah sarana dan prasarana kelurahan secara fisik dan terbinanya kemasyarakatan,” terangnya.
Dengan BBGRM dapat tercipta sinergi dan koordinasi antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan diantaranya meningkatnya peran lembaga kemasyarakatan dalam kegiatan pembangunan di kewilayahan.
“Dapat membantu percepatan pembangunan kelurahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui semangat gotong royong yang melibatkan peran serta unsur masyarakat, kelurahan, kecamatan dan pemerintah kota,” terangnya. (mys/ries)
401
