BMKG Balikpapan Peringatkan Cuaca Ekstrem, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengancam Kaltim

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang melanda wilayah Balikpapan dan sejumlah daerah di Kalimantan Timur. Cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang serta kilat dan petir dalam beberapa hari ke depan.

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Carolina Maylita, mengatakan kondisi atmosfer saat ini mendukung terjadinya peningkatan curah hujan dan angin kencang. “Kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang,” ujarnya.

BMKG mencatat, potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air dapat terjadi di sejumlah wilayah. Daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Mahakam Ulu, Kabupaten Paser, Kota Samarinda, Kota Bontang, serta Kota Balikpapan. Kondisi ini diperkirakan berlangsung setidaknya dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Carolina menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi cuaca ekstrem tersebut adalah munculnya bibit siklon di wilayah Samudra Pasifik. Bibit siklon ini umumnya memiliki umur antara tiga hingga lima hari sebelum berkembang menjadi siklon tropis. “Bibit siklon ini biasanya akan menguat saat melewati wilayah dengan kandungan uap air yang tinggi, seperti di sekitar Samudra Pasifik, dan berpotensi menjadi siklon tropis setelah melintasi Kepulauan Filipina,” jelasnya.

Namun demikian, ia menambahkan bahwa siklon tropis tersebut cenderung melemah dan menghilang setelah melewati daratan. Meski tidak berdampak langsung, keberadaan bibit siklon dapat memicu peningkatan kecepatan angin dan curah hujan di wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Timur.

BMKG juga memantau potensi peningkatan tinggi gelombang laut. Untuk wilayah perairan Kalimantan Timur, tinggi gelombang umumnya dapat mencapai 1,25 meter, sementara di perairan terbuka seperti Laut Filipina dapat mencapai maksimal 2 meter. Meski belum berpotensi menyebabkan banjir rob di wilayah pesisir Kalimantan Timur, masyarakat pesisir dan nelayan tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba.

“Secara perhitungan ilmiah, belum ada indikasi banjir rob di Kalimantan Timur akibat dampak tidak langsung siklon tropis. Namun angin kencang yang muncul bersamaan dengan hujan lebat dapat menyebabkan gelombang meningkat secara mendadak,” kata Carolina.

BMKG menambahkan, pada Februari ini wilayah Provinsi Kalimantan Timur masih berada dalam musim hujan. Peralihan menuju musim kemarau diperkirakan baru akan terjadi pada April hingga Juni mendatang. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan meningkatkan kesiapsiagaan guna meminimalkan risiko bencana.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

344

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.