Pelni Balikpapan Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi 12, 17, dan 18 Maret

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Balikpapan memprediksi puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah atau 2026 Masehi melalui transportasi laut akan terjadi pada 12 Maret, serta 17 dan 18 Maret 2026. Peningkatan jumlah penumpang diperkirakan mencapai 40 hingga 42 persen dibandingkan hari biasa.

Kepala Cabang Pelni Balikpapan, Ridwan Madaliko, mengatakan lonjakan penumpang diperkirakan terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman menjelang Hari Raya Idulfitri.

Menurut Ridwan, pada kondisi normal Pelni biasanya hanya melayani dua kali pelayaran dalam satu bulan untuk rute tertentu dari Pelabuhan Balikpapan. Namun, pada periode angkutan mudik Lebaran tahun ini, frekuensi pelayaran ditingkatkan secara signifikan.

“Biasanya hanya dua kali pelayaran dalam sebulan untuk rute tersebut. Tetapi khusus pada masa angkutan Lebaran 2026 ini, jadwal pelayaran kami tingkatkan menjadi tujuh kali,” ujar Ridwan.

Ia menjelaskan, penambahan jadwal pelayaran dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang serta memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat yang menggunakan transportasi laut.

Selain menambah frekuensi pelayaran, Pelni juga mengikuti kebijakan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia terkait pengaturan kapasitas penumpang di kapal. Ridwan menyebutkan kapasitas penumpang yang mendapatkan dispensasi berada pada kisaran 40 hingga 42 persen dari kapasitas kapal.

Dengan kebijakan tersebut, Pelni tetap berupaya menjaga kenyamanan dan keselamatan penumpang selama perjalanan.

Terkait puncak arus mudik, Pelni memperkirakan lonjakan penumpang mulai terjadi pada 12 Maret, kemudian meningkat kembali pada 17 dan 18 Maret 2026, serta berlanjut hingga 19 Maret menjelang Idulfitri.

Selain itu, pemerintah juga memberikan stimulus berupa diskon tiket untuk angkutan Lebaran. Besaran potongan harga tersebut lebih besar dibandingkan periode angkutan Natal dan Tahun Baru sebelumnya yang hanya mencapai 20 persen.

“Program potongan harga ini berlaku untuk seluruh rute kapal Pelni di berbagai pelabuhan di seluruh Indonesia,” kata Ridwan.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

167

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.