Gunung Binjai Disiapkan Jadi Sentra Pangan dan Agrowisata Baru di Balikpapan

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai mengembangkan kawasan Gunung Binjai di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, sebagai pusat produksi pangan sekaligus destinasi wisata berbasis pertanian.

Upaya ini sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang saat ini menjadi prioritas pemerintah pusat.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, pembangunan infrastruktur menjadi langkah awal dalam menghidupkan kembali kawasan persawahan di wilayah tersebut. Perbaikan akses jalan hingga rehabilitasi lahan dilakukan melalui anggaran perubahan tahun sebelumnya.

“Perbaikan akses jalan menuju Gunung Binjai sudah selesai. Selain itu, kami juga melakukan rehabilitasi sawah, pembangunan jalan usaha tani, dan perbaikan jaringan irigasi,” ucap Bagus kepada awak media, Minggu (5/4/2026).

Ia menjelaskan, hasil pengembangan mulai terlihat dengan kembali difungsikannya sekitar 40 hektare lahan yang kini telah ditanami padi. Hamparan sawah hijau pun menjadi pemandangan baru yang memberi harapan bagi peningkatan produksi pangan lokal.

“Tentunya capaian tersebut tidak lepas dari kerja sama lintas perangkat daerah, termasuk dukungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dalam mendorong program infrastruktur pertanian seperti jalan usaha tani dan sistem irigasi,” terangnya.

Selain difokuskan pada ketahanan pangan, kawasan Gunung Binjai juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi agrowisata. Konsep yang diusung menggabungkan lanskap persawahan dengan aktivitas ekonomi kreatif masyarakat.

“Dengan kondisi sekarang, kawasan ini sangat potensial dikembangkan sebagai wisata berbasis pertanian,” katanya.

Meski demikian, pengembangan kawasan belum sepenuhnya rampung. Pemerintah masih menargetkan optimalisasi hingga total 96 hektare lahan. Saat ini, sekitar 58 hektare lahan lainnya masih belum tergarap dan memerlukan rehabilitasi sebelum bisa difungsikan kembali sebagai sawah produktif.

Untuk itu, pemerintah berencana menyusun desain teknis lanjutan, termasuk pencetakan sawah baru serta pembangunan jaringan irigasi yang lebih optimal.

“Peran Bappeda dan Dinas Pekerjaan Umum bidang Sumber Daya Air dinilai penting dalam perencanaan tersebut,” paparnya.

Ke depan, program ini juga akan diarahkan masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 agar pengembangannya berkelanjutan.

Dengan dukungan infrastruktur yang semakin memadai dan perencanaan yang matang, Gunung Binjai diharapkan mampu menjadi salah satu penopang ketahanan pangan, sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pertanian dan pariwisata di Balikpapan. (Adv Diskominfo Balikpapan)

Penulis: Ar

Editor: Alfa

146

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.