Harga Kedelai Melonjak, Produsen Tahu Tempe Terjepit Biaya Produksi

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kenaikan harga bahan baku kembali menekan pelaku usaha kecil, khususnya produsen tahu dan tempe. Kali ini, lonjakan harga kedelai serta bahan pendukung seperti plastik berdampak langsung pada biaya produksi. Meski demikian, hingga kini harga jual di pasaran masih belum mengalami perubahan.

Kenaikan harga kedelai sebagai bahan baku utama tahu dan tempe kini mencapai Rp10.500 hingga Rp11.000 per kilogram. Angka ini naik signifikan dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp9.800 per kilogram. Lonjakan ini dinilai cukup memberatkan para pelaku usaha kecil yang selama ini bergantung pada stabilitas harga bahan baku.

Tidak hanya kedelai, harga plastik sebagai bahan pengemasan juga mengalami kenaikan. Kondisi ini membuat total biaya produksi para pengusaha tahu dan tempe meningkat cukup tajam dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ganda dari bahan utama dan bahan pendukung ini semakin mempersempit margin keuntungan.

Meski harga bahan baku naik, harga tahu di pasaran belum ikut mengalami kenaikan. Para pelaku usaha masih menahan harga demi menjaga daya beli masyarakat. Namun demikian, mereka mengakui bahwa keuntungan yang diperoleh kini semakin menipis.

Salah satu pelaku usaha, Sri, pemilik pabrik tahu, mengungkapkan bahwa hingga saat ini dirinya belum melakukan penyesuaian harga jual. Ia memilih tetap mempertahankan harga agar pelanggan tidak terbebani.

“Saat ini kami masih bertahan, belum menaikkan harga. Kalau dinaikkan, khawatir pembeli berkurang,” ujar Sri, (7/4/2026).

Sri juga memastikan bahwa kondisi usahanya masih berjalan normal tanpa adanya pengurangan tenaga kerja. Ia berusaha menjaga stabilitas produksi meski tekanan biaya terus meningkat.

“Produksi masih berjalan seperti biasa, karyawan juga masih lengkap. Kami berharap harga segera stabil,” tambahnya.

Para pelaku usaha berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan baku. Stabilitas harga dinilai penting agar pelaku usaha tidak terpaksa menaikkan harga jual yang berpotensi memengaruhi konsumsi masyarakat secara luas.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

244

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.