PPIH Kaltim Pastikan Kualitas Konsumsi Jamaah Haji Selama Penerbangan

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kalimantan Timur memastikan kualitas makanan bagi calon jamaah haji yang akan menempuh perjalanan udara selama kurang lebih sembilan jam dari Embarkasi Balikpapan menuju Makkah dan Jeddah.

Selama penerbangan, para jamaah dijadwalkan menerima dua kali makan berat serta satu kali makanan ringan. Untuk menjamin kualitas dan kelayakan konsumsi tersebut, tim PPIH Kalimantan Timur melakukan pemeriksaan langsung terhadap menu yang akan disajikan.

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Kalimantan Timur, Bangun Utomo, mengatakan bahwa uji coba makanan atau meal test telah dilakukan guna memastikan standar rasa dan keamanan pangan.

“Hari ini kita meal test terkait konsumsi untuk jamaah haji. Dari sisi rasa sudah cukup bagus, nyaman, dan nikmat untuk dikonsumsi jamaah,” ujarnya, (17/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aroma, rasa, hingga kemungkinan adanya masalah pada makanan. “Tadi kita cek apakah aromanya terasa, bagaimana rasanya, apakah ada masalah. Alhamdulillah hasilnya cukup bagus,” tambahnya.

Bangun juga menyebutkan bahwa penyediaan makanan telah ditangani oleh pihak yang berpengalaman. “Ini sudah di-handle oleh PT ACS. Mereka sudah sangat ahli dalam penanganan konsumsi haji dan umrah dari tahun ke tahun, sehingga kami menilai kualitasnya sudah baik,” jelasnya.

Terkait menu buah, Bangun menjelaskan bahwa jamaah nantinya akan diberikan pilihan. “Untuk buah memang dipilih yang berkulit, seperti jeruk. Nanti jamaah bisa memilih antara buah atau puding, jadi ada dua opsi,” katanya.

Sementara itu, General Manager Inflight Catering ACS Unit Balikpapan, Dian Ferry Hartanto, menjelaskan bahwa penyediaan makanan terbagi dalam dua fase, yakni fase keberangkatan dan fase kepulangan.

“Di masing-masing fase terdapat dua kali makan dan satu kali snack. Untuk setiap kali makan, kami menyediakan dua pilihan menu,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa setiap paket makanan terdiri dari hidangan utama, makanan pembuka, hidangan penutup, serta makanan ringan berupa buah dan minuman kemasan.

Menurut Dian, menu yang disajikan telah melalui proses kurasi ketat. “Standar gizi sudah diperhitungkan dan menu ini juga telah dipilih serta disetujui oleh Garuda Indonesia,” jelasnya.

Dalam hal penyimpanan, makanan disiapkan dengan dua metode berbeda. “Menu pertama disajikan dalam kondisi dingin dengan suhu 0 hingga 5 derajat Celsius, sedangkan menu kedua dalam kondisi beku. Selama penerbangan, makanan akan dipanaskan sesuai kebutuhan,” paparnya.

Dengan sistem tersebut, pihaknya memastikan makanan tetap aman dan layak konsumsi hingga tiba di tujuan.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

104

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.