Dua Kota Bersinar, Samarinda dan Bontang Selamatkan Wajah Kaltim di Ajang Kepala Daerah Berprestasi 2026
FOTO: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat memberiakn sambutan dihadapan kepala daerah di balikpapan, (5/5), doc/Ries.
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Wajah Kalimantan Timur kembali terangkat melalui capaian dua kota dalam ajang Kepala Daerah Berprestasi 2026 yang digelar di Balikpapan pada Selasa malam. Dalam ajang tersebut, Samarinda dan Bontang berhasil meraih penghargaan pada kategori berbeda berkat kinerja pemerintah daerahnya.
Kota Samarinda dinobatkan sebagai peraih terbaik pada kategori pembiayaan kreatif dan pengendalian inflasi. Sementara itu, Kota Bontang meraih penghargaan pada kategori penurunan tingkat pengangguran. Penilaian dilakukan berdasarkan indikator kinerja daerah yang dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam sambutannya menegaskan bahwa ajang tersebut tidak hanya menjadi sarana apresiasi, tetapi juga sebagai etalase kinerja pemerintah daerah. Ia mengingatkan agar publik tidak menggeneralisasi citra kepala daerah secara negatif.
“Acara ini kita maksudkan untuk menjadi wajah, menjadi wadah untuk menampilkan kinerja daerah. Kita semua tahu ada sebagian daerah yang menghadapi persoalan hukum atau politik. Namun, jangan sampai kita menggeneralisasi bahwa semua kepala daerah buruk,” ujar Tito.
Ia menambahkan, penghargaan yang diberikan menjadi bukti bahwa banyak kepala daerah mampu menunjukkan prestasi dan kinerja yang baik. “Malam ini membuktikan bahwa banyak kepala daerah yang berprestasi. Tidak semuanya buruk,” katanya.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan bahwa keberhasilan yang diraih bukanlah hasil kerja individu, melainkan kolaborasi seluruh unsur daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan masyarakat menjadi kunci utama.
“Ini bukan semata kerja wali kota, tetapi hasil kerja bersama Forkopimda dan masyarakat. Semua bekerja sesuai aturan, alur prosedur dijalankan dengan tepat, dan berbagai persoalan berhasil dipecahkan dengan solusi yang berdampak langsung,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengungkapkan bahwa keberhasilan dalam menekan angka pengangguran tidak lepas dari kebijakan afirmatif di daerahnya. Salah satunya adalah kewajiban bagi perusahaan untuk mempekerjakan minimal 75 persen tenaga kerja lokal.
Kebijakan tersebut dipantau melalui aplikasi ketenagakerjaan yang dikembangkan pemerintah daerah. “Program ini terbukti efektif menurunkan angka pengangguran dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Bontang,” ujarnya.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
41
