Kelurahan GSB Percepat Aktivasi IKD, Terapkan Layanan Jemput Bola bagi Warga

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kelurahan Gunung Samarinda Baru (GSB), Balikpapan Utara, terus mempercepat pelaksanaan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi masyarakat. Selain memprioritaskan warga penerima program Perlindungan Sosial (Perlinsos), kelurahan juga menyiapkan layanan jemput bola untuk menjangkau warga yang mengalami keterbatasan akses.

Lurah GSB, Yulita Kusuma Lestari mengatakan, pelaksanaan aktivasi IKD di wilayahnya telah dimulai sejak 29 Mei 2026. Tahap awal difokuskan kepada para Ketua RT sebelum diperluas kepada masyarakat.

“Pengaktifan IKD diawali dari tingkat Ketua RT terlebih dahulu sejak 29 Mei. Selanjutnya kami memprioritaskan warga yang masuk dalam desil 1 sampai 5 untuk kebutuhan program Perlindungan Sosial,” ucap Yulita saat ditemui awak media, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, pelayanan aktivasi IKD bagi masyarakat telah berjalan secara optimal sejak 2 Juni dan terus berlangsung hingga saat ini.

Yulita menjelaskan, Kelurahan GSB juga melayani warga Kelurahan Gunung Samarinda. Hal tersebut dilakukan karena Gunung Samarinda belum memiliki perangkat pendukung untuk pelayanan IKD.

“Petugas dari Kelurahan Gunung Samarinda ikut memberikan pelayanan di sini. Kami berkolaborasi agar masyarakat di kedua kelurahan dapat memperoleh layanan dengan baik,” terangnya.

Ia berharap seluruh warga di Kelurahan GSB maupun Gunung Samarinda telah memiliki IKD ketika pelaksanaan program Perlinsos diterapkan secara menyeluruh di Kota Balikpapan. Dalam pelaksanaannya, Kelurahan GSB memiliki satu petugas khusus aktivasi IKD.

“Sementara untuk mendukung program Perlinsos, terdapat 10 petugas yang berasal dari berbagai dinas terkait,” imbuhnya.

Sebelum pelaksanaan program, pihak kelurahan telah menggelar rapat koordinasi bersama tim Perlinsos untuk memetakan warga yang membutuhkan perhatian khusus.

“Kami memetakan sejak awal warga yang perlu dikunjungi, termasuk penyandang disabilitas maupun warga yang mengalami kesulitan datang ke kantor kelurahan. Kami juga membentuk beberapa pos pelayanan agar masyarakat tidak perlu menempuh jarak yang terlalu jauh,” tambahnya.

Ke depan, Kelurahan GSB juga akan menerapkan sistem jemput bola dengan membuka pelayanan di sejumlah titik yang mencakup tiga RT dalam satu lokasi.

“Rencananya tiga RT akan kami gabungkan dalam satu titik pelayanan yang representatif untuk perekaman dan aktivasi IKD. Dengan begitu masyarakat tidak harus datang ke kantor kelurahan,” ujarnya.

Berdasarkan data kelurahan, terdapat 315 warga yang masuk kategori desil 1 hingga 5 di Kelurahan GSB. Dari jumlah tersebut, sekitar 270 warga telah berhasil didata dan diaktivasi, sedangkan sekitar 45 warga masih menghadapi berbagai kendala.

Ia menyebutkan, kendala yang ditemui antara lain warga yang tidak berada di tempat karena bekerja di luar daerah, penyandang disabilitas yang memerlukan layanan khusus, data warga yang belum dapat ditemukan, hingga penggunaan telepon genggam yang belum mendukung aktivasi IKD.

“Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kelurahan terus berkoordinasi dengan para Ketua RT, agar dapat menyampaikan informasi kepada warga yang bekerja di luar daerah sehingga dapat melakukan aktivasi IKD saat kembali ke Balikpapan,” paparnya.

Sementara bagi penyandang disabilitas, petugas akan melakukan pelayanan secara langsung melalui program jemput bola. Adapun kendala terkait data warga yang belum ditemukan maupun telepon genggam yang tidak mendukung, akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama agen Perlinsos agar dapat segera ditindaklanjuti.

Penulis: Rie

Editor: Alfa

57

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *