Berkat Pendampingan Berkelanjutan, Produk UMKM Graha Indah Kini Masuk Jaringan Ritel Modern
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Upaya pendampingan berkelanjutan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, mulai menunjukkan hasil nyata. Sejumlah produk UMKM binaan kini berhasil menembus pasar ritel modern dan dipasarkan di gerai Alfamart yang tersebar di Balikpapan.
Keberhasilan tersebut merupakan buah kolaborasi antara Kelurahan Graha Indah dengan PT Komatsu Remanufacturing Asia melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang telah berjalan sejak 2024. Komitmen kedua pihak kembali diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk melanjutkan program pembinaan.
Lurah Graha Indah, Muhammad Arif Rachman, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa pendampingan yang dilakukan tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi mampu membuka akses pasar bagi produk lokal agar dapat bersaing di ritel modern.
“Beberapa produk UMKM binaan sudah berhasil masuk ke jaringan Alfamart, khususnya gerai-gerai di Balikpapan. Ini menjadi pencapaian yang membanggakan karena produk lokal kini memiliki akses ke pasar ritel modern,” ujar Arif saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan itu diraih melalui proses pembinaan yang menyeluruh terhadap komunitas UMKM Green Generation yang beranggotakan sekitar 30 pelaku usaha dari berbagai bidang.
Selama proses pendampingan, para pelaku UMKM mendapatkan pelatihan peningkatan kualitas produk, bantuan peralatan produksi, pendampingan pengemasan, hingga strategi pemasaran agar mampu memenuhi standar yang diterapkan pasar ritel modern.
Tidak hanya mendampingi proses produksi, PT Komatsu Remanufacturing Asia juga turut membantu pemasaran produk UMKM dengan memanfaatkan kebutuhan konsumsi internal perusahaan, seperti rapat dan berbagai kegiatan operasional. Produk-produk tersebut juga diperkenalkan di lingkungan Astra Group sehingga memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.
Arif menjelaskan, pola pembinaan dilakukan secara berkelanjutan. Setelah satu kelompok UMKM dinilai mampu mandiri, pendampingan akan dialihkan kepada kelompok usaha lain sehingga manfaat program dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
Ia menilai PT Komatsu Remanufacturing Asia menjadi salah satu perusahaan yang konsisten mendampingi UMKM di Graha Indah. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga membuka akses pemasaran dan memperkuat permodalan.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah penyediaan pinjaman bergulir tanpa bunga yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM sebagai tambahan modal usaha. Skema tersebut memungkinkan pengusaha kecil mengembangkan usahanya dengan mekanisme pengembalian secara bertahap selama masa kerja sama.
Melalui MoU yang berlaku selama 10 bulan ke depan, program pendampingan akan terus dilanjutkan, termasuk memperluas akses pasar dan memberikan fasilitas pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Arif berharap kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dapat melahirkan lebih banyak UMKM yang mampu naik kelas, memiliki daya saing di pasar modern, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
“Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, memperluas peluang usaha, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Semoga kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan Kelurahan Graha Indah yang lebih maju dan berkelanjutan,” tutupnya.
Penulis: Rie
Editor: Alfa
42
