Perempuan Berdaya Dinilai Jadi Benteng Ketahanan Ekonomi Keluarga di Tengah Ketidakpastian Global
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Ketidakpastian ekonomi global dinilai menuntut setiap keluarga memiliki kemampuan beradaptasi. Dalam kondisi tersebut, perempuan dipandang memiliki peran strategis sebagai penggerak ketahanan ekonomi rumah tangga sekaligus mitra pembangunan.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, saat menghadiri Jumpa Wanita Terpuji se-Kalimantan Tahun 2026 yang diselenggarakan Departemen Kaum Wanita Daerah Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA) Kalimantan di Hotel Grand Tiga Mustika, Selasa (30/6/2026).
Menurut Bagus, perubahan kondisi ekonomi dunia, perkembangan teknologi digital, perubahan pola konsumsi masyarakat, hingga tuntutan efisiensi di berbagai sektor menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap keluarga.
Karena itu, perempuan tidak lagi hanya menjalankan peran domestik, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga.
“Dalam situasi seperti ini, perempuan tidak lagi hanya dipandang sebagai pendamping dalam keluarga, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun ketahanan ekonomi rumah tangga,” ujarnya.
Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan, Bagus mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai tema yang diangkat sejalan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini, khususnya dalam memperkuat kapasitas perempuan menghadapi perubahan ekonomi.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Departemen Kaum Wanita Daerah GSJA Kalimantan yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan zaman yang sedang kita hadapi bersama,” katanya.
Ia menegaskan, kemandirian perempuan tidak hanya diukur dari kemampuan memperoleh penghasilan, tetapi juga dari kemampuannya mengembangkan potensi, kreativitas, dan talenta yang dimiliki untuk memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Ketika kami berbicara tentang menjadi wanita mandiri di tengah kondisi ekonomi yang sulit, sesungguhnya kami sedang berbicara tentang bagaimana memaksimalkan potensi yang telah Tuhan titipkan kepada setiap perempuan,” ungkapnya.
Dia juga menyoroti kontribusi perempuan Balikpapan dalam berbagai sektor pembangunan, mulai dari pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, berbagai capaian pembangunan daerah tidak terlepas dari peran aktif dan kreativitas kaum perempuan. Salah satu bukti nyata, lanjut Bagus, adalah keberhasilan Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan yang meraih predikat Juara Umum pada Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Provinsi Kaltim Tahun 2026.
“Prestasi tersebut menunjukkan bahwa perempuan Balikpapan mampu menjadi penggerak pembangunan, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.
Bagus berharap perempuan terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan, inovasi, dan kolaborasi agar mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.
“Saya berharap perempuan Kota Balikpapan terus menjadi pribadi yang berdaya, berpendidikan, inovatif, dan aktif berkontribusi dalam pembangunan. Dengan semangat, integritas, dan kolaborasi, perempuan akan menjadi agen perubahan yang mendorong kemajuan bangsa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ditambahkan, kegiatan Jumpa Wanita Terpuji se-Kalimantan Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah memperluas jejaring, berbagi pengalaman, dan memperkuat kolaborasi antarkaum perempuan dalam mendukung pembangunan daerah.
“Semoga kegiatan ini menghasilkan inspirasi, jejaring, dan kolaborasi yang bermanfaat bagi seluruh peserta, sehingga semakin banyak perempuan yang mampu berkontribusi dalam membangun keluarga, masyarakat, dan Kota Balikpapan,” tutupnya.
Penulis: Rie
Editor: Alfa
37
