Asap Hitam Membumbung, Satu Rumah Warga Hangus Membara

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kobaran api disertai asap hitam membumbung tinggi di kawasan RT 42, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Balikpapan, Senin (18/8/2026) sekitar pukul 09.32 WITA. Kebakaran terjadi tidak jauh dari Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan.

Petugas pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Namun, proses penanganan sempat terkendala kondisi akses jalan yang cukup sempit sehingga tidak seluruh unit pemadam dapat masuk mendekati titik api.

Kepala BPBD Kota Balikpapan Usman Ali mengatakan, pihaknya menerima informasi kebakaran sekitar pukul 09.38 WITA. Petugas kemudian mengerahkan sejumlah unit dari beberapa arah untuk mempercepat proses pemadaman.

“Informasi jam 09.38 WITA, terjadi kebakaran di RT 42, di daerah Gunung Sari Ilir ini. Untuk lokasi cukup sulit dijangkau karena memang hanya unit kecil yang bisa masuk,” ujar Usman di lokasi kejadian.

Menurutnya, posisi lokasi kebakaran yang berdekatan dengan Rumah Sakit Restu Ibu juga menjadi perhatian petugas. Sejumlah unit pemadam diarahkan dari berbagai sisi untuk mengantisipasi meluasnya kobaran api.

“Informasi yang kami dapat juga berdekatan dengan Rumah Sakit Restu Ibu, jadi beberapa unit kami arahkan dari utara, selatan, timur, dan barat. Dari wilayah kota dan tengah sendiri yang juga terdekat kami arahkan,” katanya.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, BPBD Kota Balikpapan juga mendapat bantuan dari personel Polda Kalimantan Timur untuk proses pemadaman.

Usman menjelaskan, bangunan yang terbakar merupakan rumah dengan konstruksi sebagian menggunakan material beton dan sebagian lainnya berbahan kayu. Kobaran api menghanguskan bagian atas bangunan yang mayoritas terbuat dari kayu.

“Rumahnya separuh batu, separuh terbuat dari kayu. Untuk bagian atas terbakar semua,” jelasnya.

Petugas membutuhkan waktu sekitar 30 menit hingga satu jam untuk mengendalikan kobaran api. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

“Proses pemadaman kurang lebih 30 menit sampai satu jam. Saat ini masih pendinginan karena memang bagian atas rumah ini yang terbakar dari kayu,” tutur Usman.

BPBD mencatat sementara terdapat satu bangunan yang terdampak kebakaran. Namun, bangunan tersebut diketahui memiliki sejumlah bagian yang terpetak-petak dan diduga digunakan sebagai tempat kos. Petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah ruangan maupun penghuni yang terdampak.

“Untuk bangunan sendiri saat ini satu, tetapi informasi di dalam terpetak-petak ada beberapa semacam kos. Ini masih dalam pendataan kami,” katanya.

Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa. Hingga siang hari, petugas masih melakukan proses pendinginan sekaligus memastikan kondisi di sekitar lokasi aman dari potensi munculnya kembali api.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

35

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *