Kebakaran Gunung Sari Ilir, Ketua RT Ungkap Detik-Detik Warga Berteriak Minta Tolong
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Musibah kebakaran yang terjadi di kawasan RT 42, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Balikpapan, menyisakan cerita bagi warga setempat. Api sempat membesar dan membakar bangunan rumah warga serta bangunan kos-kosan di sekitar lokasi.
Ketua RT 42 Gunung Sari Ilir, Agus Priyono, mengatakan dirinya pertama kali mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar teriakan warga yang meminta pertolongan. Saat itu, ia tengah mempersiapkan hadiah untuk perlombaan dalam rangka perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Waktu saya kurang paham karena sibuk menyiapkan hadiah-hadiah lomba Agustusan. Tiba-tiba ada teriakan dari belakang, anak muda memanggil, ‘Pak RT, Pak RT, kebakaran!’,” kata Agus saat ditemui di lokasi kejadian.
Mendengar teriakan tersebut, Agus langsung menuju bagian belakang rumahnya yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran. Ia kemudian meminta warga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran dan berkoordinasi dengan pihak kelurahan.
Menurutnya, respons cepat petugas pemadam kebakaran membantu mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
“Alhamdulillah, warga langsung menelepon pemadam kebakaran dan berkoordinasi dengan pihak kelurahan. Pemadam juga sigap dan cepat datang ke lokasi,” ujarnya.
Agus menyebut sedikitnya terdapat dua bangunan yang terdampak kebakaran. Salah satunya merupakan rumah pribadi milik warga bernama Yuyun, sementara bangunan di sebelahnya merupakan bangunan kos-kosan yang terdiri dari beberapa petak.
Ia juga mengungkapkan sempat muncul kekhawatiran terhadap keselamatan Yuyun yang diketahui tinggal seorang diri dan sedang dalam kondisi sakit. Warga khawatir Yuyun masih berada di dalam rumah ketika api mulai membesar.
“Alhamdulillah Ibu Yuyun selamat. Kami sempat mengira beliau masih berada di dalam rumah karena kondisinya sakit. Ternyata beliau sedang berada di luar setelah pulang berbelanja,” jelas Agus.
Agus mengatakan warga tidak sempat mendengar suara ledakan sebelum kebakaran terjadi. Mereka hanya melihat kobaran api yang sudah cukup besar dan membubung dari bagian bangunan.
“Tidak sempat dengar ledakan. Cuma api sudah besar,” katanya.
Dari pengamatan warga, api diduga berasal dari bagian kamar rumah Yuyun. Namun, Agus menegaskan penyebab pasti kebakaran hingga kini belum diketahui.
“Untuk sementara belum tahu penyebabnya. Karena saat kami melihat, api sudah membesar,” pungkasnya.
Bangunan yang terbakar disebut memiliki konstruksi semi permanen dengan material beton dan kayu. Hingga proses penanganan berlangsung, penyebab pasti serta nilai kerugian akibat kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
32
