RSUP Kemenkes Nusantara Siapkan 100 Tempat Tidur, Layanan KRIS hingga VVIP
NUSANTARA, Metrokaltim.com – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kemenkes Nusantara terus mematangkan kesiapan operasional untuk memberikan pelayanan kesehatan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Pada tahap awal, rumah sakit ini akan membuka sekitar 100 tempat tidur dengan sejumlah pilihan fasilitas rawat inap.
Plt Direktur Utama RSUP Kemenkes Nusantara, Ghotama Airlangga, mengatakan fasilitas rawat inap yang disiapkan mencakup Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), VIP, hingga VVIP. Khusus ruang KRIS, manajemen menetapkan kapasitas maksimal dua tempat tidur dalam satu kamar.
Kapasitas tersebut lebih kecil dibandingkan standar umum yang dapat mencapai empat tempat tidur dalam satu ruangan. Kebijakan itu diterapkan untuk memberikan kenyamanan sekaligus mendukung kualitas pelayanan kepada pasien.
“Ruang KRIS kami nanti maksimal dua tempat tidur. Harapannya bisa optimal melayani teman-teman yang akan tinggal, khususnya di IKN, tetapi tidak menutup kemungkinan pasien dari luar IKN juga tetap bisa terlayani dengan baik,” jelas Ghotama.
Dari sisi sumber daya manusia (SDM), sebagian besar kebutuhan tenaga kesehatan juga telah terpenuhi. Saat ini, RSUP Kemenkes Nusantara telah didukung belasan dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, serta puluhan tenaga perawat.
Meski demikian, manajemen masih melakukan perekrutan untuk melengkapi kebutuhan pelayanan. Setidaknya terdapat sekitar dua dokter spesialis yang masih dalam proses perekrutan.
Selain kesiapan fasilitas dan SDM, proses akreditasi rumah sakit juga telah dilakukan. Sementara itu, kerja sama dengan BPJS Kesehatan masih dalam tahapan kredensial.
Sebelumnya, pihak BPJS Kesehatan telah melakukan visitasi ke RSUP Kemenkes Nusantara. Setelah proses administrasi dan kredensial rampung, layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diharapkan dapat segera berjalan.
“BPJS sedang kami proses juga. Kemarin mereka sudah visitasi ke sini. Kami tinggal kredensial. Setelah menyurat kredensial, insyaallah sudah,” ungkapnya.
Ghotama menjelaskan, kesiapan SDM menjadi salah satu pertimbangan mengapa pelayanan rumah sakit tidak langsung dibuka secara penuh. Setiap layanan kesehatan membutuhkan tenaga medis dengan kompetensi dan sertifikasi sesuai bidang masing-masing.
Menurutnya, pembukaan layanan spesialis tidak cukup hanya dengan menyediakan dokter. Tenaga kesehatan pendukung seperti perawat, tenaga farmasi, hingga radiologi juga harus memiliki kompetensi yang sesuai.
“Kalau mau buka layanan jantung, tidak bisa tiba-tiba punya dokter jantung lalu langsung buka. Dokternya harus punya kompetensi yang baik, termasuk perawat, tenaga farmasi, dan radiologi,” katanya.
Dengan dukungan fasilitas modern dan SDM yang kompeten, RSUP Kemenkes Nusantara ditargetkan menjadi salah satu pusat layanan kesehatan unggulan di IKN. Kehadiran rumah sakit tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas dan mengurangi ketergantungan berobat ke luar negeri.
“Harapannya masyarakat Indonesia tidak perlu ke luar negeri. Kita layani sendiri di sini. Kalau teman-teman lihat, alat kita sangat canggih,” pungkasnya.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
214
