Jelang RDMP Balikpapan Beroperasi Penuh, KPB Uji Kecepatan Hadapi Kebakaran di HMU

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Menjelang pengoperasian penuh proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) memperkuat kesiapan sistem keselamatan di salah satu unit vital kilang, Hydrogen Manufacturing Unit (HMU).

Penguatan kesiapan tersebut dilakukan melalui simulasi tanggap darurat kebakaran skala kecil yang berlangsung di area HMU pada Jumat (4/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan personel dan sistem penanganan keadaan darurat selama tahapan komisioning dan uji operasi berlangsung.

HMU memiliki peran penting dalam operasional kilang karena berfungsi memproduksi gas hidrogen yang digunakan dalam proses pengolahan minyak, terutama hydrotreating. Proses tersebut berfungsi mengurangi kandungan sulfur sekaligus meningkatkan kualitas bahan bakar yang diproduksi kilang.

Dalam proyek RDMP Balikpapan, pengoperasian HMU turut mendukung upaya peningkatan kapasitas dan kualitas produk kilang hingga memenuhi standar Euro V. Standar tersebut menuntut kualitas bahan bakar yang lebih baik dengan kandungan sulfur yang lebih rendah sehingga lebih mendukung aspek lingkungan.

VP Legal & Relation KPB, Asep Sulaeman, mengatakan kesiapan menghadapi kondisi darurat menjadi salah satu aspek yang terus diperkuat selama proses penyelesaian proyek.

“Kesiapan menangani risiko-risiko tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyelesaian Proyek RDMP yang saat ini berada pada fase komisioning dan uji operasi,” ujarnya.

Simulasi melibatkan sejumlah fungsi yang memiliki peran dalam penanganan keadaan darurat, di antaranya tim operasi, pemadam kebakaran, kesehatan, pengamanan, serta pengendalian lingkungan.

Dalam latihan tersebut, KPB menetapkan standar waktu tanggap maksimal lima menit, terhitung sejak laporan kejadian diterima hingga regu pemadam tiba di lokasi. Standar ini menjadi salah satu parameter untuk mengukur kesiapan respons sekaligus menekan potensi dampak apabila terjadi keadaan darurat di area kilang.

Pelaksanaan simulasi pada fase komisioning dinilai penting karena aktivitas pada tahap tersebut menjadi bagian dari proses menuju pengoperasian unit secara penuh. KPB memastikan tidak hanya kesiapan fasilitas, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia dalam menjalankan prosedur keselamatan ketika menghadapi kondisi darurat.

KPB akan melanjutkan latihan dan pengujian kesiapsiagaan secara berkala sebagai bagian dari penguatan aspek keselamatan dalam proyek RDMP Balikpapan. Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan kegiatan operasional nantinya dapat berlangsung dengan mengedepankan keselamatan pekerja, masyarakat, dan perlindungan lingkungan sekitar.(*).

29

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *