Hotspot Kaltim Meningkat, Penerbangan Balikpapan Masih Berjalan Normal
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan hingga kini masih berlangsung normal di tengah meningkatnya jumlah titik panas atau hotspot di Kalimantan Timur.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun SAMS Sepinggan Balikpapan, jumlah hotspot yang terpantau sepanjang Agustus tahun ini telah mencapai 9.861 titik. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2015 yang tercatat sebanyak 9.793 titik.
Kepala BMKG Stasiun SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiyono, mengatakan peningkatan tersebut menjadi sinyal yang perlu mendapat perhatian, khususnya terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Artinya ada kenaikan hingga 0,7 persen titik panas,” kata Djoko, Jumat (21/8).
Menurutnya, pemantauan menggunakan satelit Terra dan Aqua menjadi salah satu indikator untuk melihat perkembangan potensi karhutla. Karena itu, peningkatan hotspot perlu diikuti dengan langkah pencegahan di lapangan.
Djoko mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan. Kampanye dan patroli pencegahan karhutla juga dinilai perlu terus ditingkatkan.
Di tengah meningkatnya hotspot, beredar pula visualisasi melalui Google Maps yang seolah-olah menunjukkan Pulau Kalimantan dikepung titik api dalam jumlah ekstrem. BMKG menegaskan masyarakat perlu merujuk pada data pemantauan yang valid dan tidak serta-merta menyimpulkan kondisi berdasarkan visualisasi yang beredar di media sosial.
Sementara itu, potensi dampak karhutla terhadap penerbangan mulai terlihat di sejumlah bandara di wilayah Regional VI. General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan, Iwan Winaya Mahdar, mengatakan gangguan jarak pandang akibat kabut asap terpantau di tiga bandara.
Ketiga bandara tersebut yakni Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin. Namun, gangguan jarak pandang tersebut terutama terjadi pada pagi hari dan kembali normal setelah sekitar pukul 09.00.
Kondisi itu berpotensi memengaruhi jadwal penerbangan di Balikpapan secara tidak langsung. Pesawat yang mengalami keterlambatan dari Banjarmasin atau Palangkaraya, misalnya, dapat berdampak terhadap jadwal penerbangan berikutnya yang terhubung dengan Bandara SAMS Sepinggan.
Meski demikian, Iwan memastikan kondisi Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan masih aman. Jarak pandang di area bandara hingga saat ini masih memenuhi batas minimum yang dipersyaratkan bagi operasional penerbangan.
“Alhamdulillah sampai saat ini khusus untuk yang di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, kita masih belum ada dampak terkait dengan karhutla. Jarak pandangnya atau visibility-nya masih sesuai dengan minimum visibility, masih tidak mengganggu penerbangan,” pungkasnya.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
26
