Prajurit Brigif TP 85 Bergerak Cepat Padamkan Karhutla di Kutai Barat

FOTO: Personel Brigif TP 85/Benuo Taka Cakti (BTC) bersama tim gabungan berjibaku padamkan kobaran api/doc.

KUTAI BARAT, Metrokaltim.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang muncul di Kampung Sangsang, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, berhasil ditangani setelah personel Brigif TP 85/Benuo Taka Cakti (BTC) bersama tim gabungan bergerak melakukan pemadaman, Kamis (13/8/2026).

Respons cepat dilakukan setelah jajaran Brigif TP 85 menerima laporan warga mengenai adanya titik api di wilayah tersebut. Personel kemudian diterjunkan ke lokasi dengan membawa sejumlah peralatan pemadam untuk mengendalikan kobaran api.

Di tengah kondisi medan yang cukup menantang, prajurit menggunakan selang pemadam, pompa portabel, serta peralatan jet shooter. Dengan mengenakan alat pelindung diri (APD), mereka bekerja bersama masyarakat, unsur TNI-Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memutus jalur penyebaran api.

Upaya tersebut berhasil mengendalikan titik api sehingga potensi kebakaran meluas ke wilayah sekitar, termasuk area yang berdekatan dengan permukiman warga, dapat ditekan.

Pangdam VI/Mulawarman mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan personel Brigif TP 85 dalam merespons laporan karhutla tersebut. Menurutnya, keterlibatan prajurit dalam penanganan bencana merupakan bagian dari komitmen TNI untuk membantu masyarakat menghadapi situasi darurat.

“TNI, khususnya Kodam VI/Mulawarman beserta seluruh jajaran, akan selalu hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat. Respon cepat dalam penanganan karhutla ini merupakan wujud nyata kepedulian dan kesiapsiagaan prajurit kita dalam melindungi keselamatan warga serta menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman bencana di wilayah teritorial,” tegas Pangdam VI/Mlw.

Meski api telah berhasil dikendalikan, penanganan di lokasi masih berlanjut. Tim gabungan tetap menyiagakan posko pemantauan sekaligus melakukan pendinginan atau mopping up untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.(*).

27

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *