Pesawat Cassa C-212 Semai 800 Kilogram Garam untuk Picu Hujan di Kawasan IKN
FOTO: Petugas menaburkan 800 kilogram garam dari pesawat Cassa C-212 pada ketinggian sekitar 8.000 kaki di atas kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, dalam pelaksanaan operasi modifikasi cuaca untuk memicu turunnya hujan, (22/8/2026)/ doc.
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Pesawat Cassa C-212 seri 2015 mengudara dari Pangkalan Udara (Lanud) Dhomber, Balikpapan, membawa 800 kilogram garam untuk disemai di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Sabtu (22/8). Penyemaian garam tersebut merupakan bagian dari operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memicu turunnya hujan di wilayah IKN dan sekitarnya.
Operasi itu dilakukan untuk menambah volume air di sejumlah waduk, embung, intake, serta kolam penampungan air yang berada di kawasan IKN. Hujan juga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air pada lahan masyarakat di sekitar kawasan pembangunan ibu kota baru.
Pesawat terbang pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 9.000 kaki di atas permukaan laut. Penyemaian dilakukan pada sejumlah titik yang memiliki potensi pertumbuhan awan, terutama di wilayah utara hingga barat laut IKN.
Pilot in Command Cassa C-212 seri 2015, Lettu Pnb Edwin Aldrin, mengatakan sortie pertama berjalan dengan baik. Menurut dia, terdapat cukup banyak potensi awan di wilayah sekitar 10 hingga 20 mil dari kawasan IKN.
“Operasi modifikasi cuaca, sortie pertama. Alhamdulillah, di sekitar utara, jarak sekitar 10 sampai 20 mil dari IKN, cukup banyak potensi awan di ketinggian 8.000 sampai 9.000 kaki,” kata Edwin.
Ia menjelaskan, sebanyak 800 kilogram garam disemai pada beberapa titik, tidak hanya pada satu kumpulan awan. Penyemaian dilakukan pada area yang dinilai memiliki potensi awan untuk menghasilkan hujan.
“Untuk pelaksanaan tadi, di sortie pertama, 800 kilogram garam kita semai di beberapa titik, tidak hanya di satu titik kumpulan awan, namun di beberapa titik dari jarak sekitar 10, 20, sampai dengan 15 mil dari IKN, mulai dari utara sampai dengan barat laut dari IKN,” ujarnya.
Setelah penerbangan pertama, tim akan kembali melakukan observasi terhadap perkembangan awan. Jika kondisi memungkinkan, penerbangan berikutnya akan dilaksanakan untuk melanjutkan penyemaian.
Deputi OIKN Danis Sumadilaga mengatakan wilayah penyemaian berada di sekitar 20 hingga 30 mil di bagian utara IKN. Area tersebut berkaitan dengan sejumlah daerah aliran sungai (DAS), termasuk kawasan Sungai Tengin dan Sungai Sepaku.
“Sekarang 800 kilogram garam sudah ditabur. Ikhtiar sudah kita lakukan. Besok insya Allah kita lanjutkan lagi,” kata Danis.
Menurut Danis, OMC dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan curah hujan di kawasan IKN dan sekitarnya. Tambahan hujan diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air pada embung, intake, dan berbagai kolam penampungan yang ada di kawasan tersebut.
“Tujuannya kita mencoba mengundang hujan agar kita bisa mengisi air di embung, di intake, di embung-embung, semua kolam-kolam yang ada di area IKN dan sekitar,” ujarnya.
Operasi modifikasi cuaca tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 22 hingga 27 Agustus 2026. Pelaksanaan OMC akan menyesuaikan kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian.
Pemerintah berharap operasi tersebut dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan di kawasan IKN dan sekitarnya, sekaligus membantu menambah cadangan air di tengah kebutuhan pengisian waduk, embung, dan sumber air lainnya di kawasan ibu kota baru.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
49
