OMC Ditunda, Pertumbuhan Awan Minim, Operasi Dilanjutkan Awal September

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kalimantan Timur untuk sementara ditunda. Penundaan dilakukan karena hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan pertumbuhan awan hujan di kawasan tersebut mulai minim.

OMC yang melibatkan Otorita IKN, Lanud Dhomber Balikpapan, dan BMKG sebelumnya telah dilaksanakan sejak 21 hingga 25 Agustus 2026. Hingga 25 Agustus, tercatat enam sorti penerbangan telah dilakukan untuk mendukung pelaksanaan operasi tersebut.

Komandan Lanud Dhomber Balikpapan Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan radar dan satelit cuaca BMKG, penerbangan OMC pada periode sebelumnya masih memungkinkan untuk dilaksanakan karena terdapat potensi pertumbuhan awan.

Namun, kondisi berbeda terlihat pada 26 Agustus. Hasil evaluasi menunjukkan potensi awan hujan yang dapat disemai sangat kecil sehingga penerbangan OMC tidak dilakukan.

“Berdasarkan hasil debriefing setelah pelaksanaan terbang, untuk kegiatan tanggal 26, dari radar cuaca dan satelit cuaca diperoleh data bahwa potensi awan hujan sangat kecil,” kata I Gusti Ngurah Sorga Laksana.

Kondisi tersebut kemudian dilaporkan kepada Kepala Otorita IKN. Setelah dilakukan evaluasi, diputuskan pelaksanaan OMC di wilayah IKN dan Kalimantan Timur ditunda sementara hingga awal September.

Menurutnya, pelaksanaan OMC selanjutnya akan menyesuaikan perkembangan kondisi atmosfer dan potensi pertumbuhan awan hujan yang diperkirakan mulai meningkat pada periode September.

“Diputuskan bahwa untuk sementara pelaksanaan operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan di wilayah IKN dan Kalimantan Timur ditunda sampai dengan awal September. Nanti akan menunggu perkembangan potensi awan hujan yang periodenya akan masuk di bulan September,” ujarnya.

Dengan penundaan tersebut, kru pesawat yang sebelumnya berada di Balikpapan akan kembali ke pangkalan untuk menjalankan misi lainnya. Sementara itu, bahan semai berupa garam tetap disiagakan di pangkalan operasi Lanud Dhomber.

Ia menambahkan, selama pelaksanaan OMC sejak 21 hingga 25 Agustus, sebanyak enam sorti penerbangan telah dilakukan. Hasil operasi sebelumnya juga dilaporkan mampu memicu terjadinya hujan di sejumlah wilayah yang menjadi sasaran.

“Sudah dilaksanakan enam sorti penerbangan. Kemudian yang terakhir kemarin juga dilaporkan sudah terjadi hujan,” jelasnya.

Pihak Lanud Dhomber selanjutnya masih menunggu perkembangan cuaca serta arahan dari Otorita IKN terkait pelaksanaan OMC berikutnya pada awal September.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

47

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *