Helikopter H225M Caracal Menggempur IKN, 10 Kali Bom Air Jinakkan Kobaran Api

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dilakukan. Helikopter H225M Caracal dikerahkan untuk melakukan operasi waterbombing atau pengeboman air guna memadamkan sejumlah titik api yang terdeteksi di kawasan IKN.

Dalam pelaksanaan pemadaman, helikopter melakukan dua sorti penerbangan dengan total sekitar 10 kali pengeboman air. Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah titik api yang sebelumnya terdeteksi berhasil dipadamkan.

Danlanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana mengatakan, pelaksanaan operasi pemadaman berjalan lancar. Kondisi cuaca yang mendukung serta kesiapan pesawat dan kru turut menunjang efektivitas operasi.

“Untuk pelaksanaan kita hari ini, alhamdulillah sudah bisa terlaksana dua sorti. Dari rekaman hasil waterbombing, titik-titik api saat ini yang terpantau merah, artinya dengan tingkat kepercayaan paling tinggi, sudah kosong di wilayah IKN,” ujar I Gusti Ngurah Sorga Laksana.

Meski demikian, pihaknya menilai koordinasi dengan personel di lapangan masih perlu diperkuat. Hal ini lantaran titik api dapat berubah dari waktu ke waktu sehingga informasi mengenai lokasi kebakaran harus diperbarui secara cepat dan akurat.

Menurutnya, koordinat titik api yang tepat menjadi salah satu faktor penting agar proses waterbombing dapat dilakukan secara efektif dan tidak membuang waktu maupun sumber daya.

“Evaluasinya adalah kita butuh koordinat yang fix atau informasi terkini tentang situasi kebakaran yang terjadi. Dari tadi pagi ada perubahan titik api, sehingga perlu koordinasi lebih ketat agar pelaksanaan waterbombing bisa lebih efektif,” katanya.

Ia menambahkan, hingga pelaksanaan pemadaman hari ini tidak ditemukan kendala berarti. Cuaca dinilai cukup baik, sementara helikopter dalam kondisi siap operasi dan seluruh kru telah dipersiapkan.

“Alhamdulillah pesawat dalam kondisi serviceable, kemudian kru siap dan semua pendukung kegiatan bersinergi serta berkolaborasi, sehingga pemadaman ini bisa segera efektif dan memadamkan seluruh kebakaran yang dilaporkan,” jelasnya.

Untuk pemadaman berikutnya, Lanud Dhomber bersama pihak terkait akan kembali mengevaluasi kondisi titik panas atau hotspot yang terdeteksi. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dua sorti penerbangan kembali disiapkan untuk memadamkan sisa titik api maupun lokasi baru yang muncul.

Sumber air untuk waterbombing diambil dari waduk dan embung terdekat. Sejumlah void di sekitar kawasan terbakar juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air untuk mempercepat proses pengisian dan pemadaman.

Operasi pemadaman ini, berdasarkan informasi awal dari BPBD dan BNPB, ditargetkan berlangsung selama lima hari. Namun, durasinya akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi karhutla dan laporan titik api dari petugas maupun masyarakat di lapangan.

“Untuk pelaksanaan ditargetkan lima hari. Namun, nanti kita update setiap harinya berdasarkan titik api ataupun laporan kejadian kebakaran dari rekan-rekan yang ada di lapangan,” pungkasnya.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

51

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *