10 Kali Water Bombing Gempur Karhutla di IKN, Asap Mulai Menipis
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dilakukan. Pesawat water bombing kembali dikerahkan untuk menggempur sejumlah titik yang masih terpantau mengeluarkan asap.
Dalam operasi pemadaman, terdapat dua sorti penerbangan yang dilakukan pada Sabtu (5/9/2026). Sorti pertama berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA, kemudian dilanjutkan sorti kedua sekitar pukul 11.00 WITA dan baru selesai sekitar pukul 13.30 WITA.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN, Dannis Sumagilga, mengatakan pada sorti pertama, operasi water bombing difokuskan di kawasan Bukit Tengkorak. Dari pemantauan terakhir, kondisi di lokasi tersebut menunjukkan perkembangan positif.
“Dari yang pertama kita melakukan water bombing di daerah Bukit Tengkorak. Alhamdulillah, berdasarkan informasi dari teman-teman di sana, asap sudah hilang,” kata Dannis.
Menurutnya, selain pemadaman melalui udara, sejumlah titik api juga ditangani oleh tim pemadam di darat. Sementara pada sorti kedua, pesawat diarahkan ke sejumlah lokasi yang masih terlihat kepulan asap cukup tebal.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran berada di antara Jalan Nasional dan jalan tol, tepatnya di sekitar Kilometer 47. Berdasarkan pemantauan visual dari udara, kawasan tersebut masih membutuhkan penanganan intensif.
“Di Kilometer 47 berdasarkan visual cukup besar asapnya, sehingga dilakukan sampai lima kali water bombing,” ujarnya.
Operasi kemudian dilanjutkan ke arah tepi jalan tol, terutama di sekitar Kilometer 49 hingga Kilometer 53. Di kawasan tersebut, pesawat kembali melakukan empat kali water bombing.

Dengan demikian, total penyiraman dari udara pada rangkaian operasi tersebut mencapai sembilan kali sebelum pesawat bergerak kembali menuju Balikpapan.
Dalam perjalanan pulang, operasi pemadaman juga dilakukan di kawasan Wonotirto. Satu kali water bombing dilakukan di lokasi tersebut sehingga total pada sorti kedua mencapai 10 kali penyiraman.
“Jadi, sorti kedua ini sampai 10 kali water bombing,” kata Dannis.
Saat ini, tim di darat masih melakukan pemantauan secara visual untuk memastikan efektivitas pemadaman. Berdasarkan pantauan dari udara, kepulan asap di sejumlah titik disebut mulai berkurang.
“Alhamdulillah, kita sedang memonitor. Teman-teman di darat melakukan pengamatan secara visual. Dari video yang diperlihatkan dari pesawat, asapnya sudah mulai berkurang,” pungkasnya.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
40
