Hujan Abu Vulkanik di Cengkareng, Sejumlah Penerbangan Balikpapan – Jakarta Dibatalkan
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Hujan abu vulkanik yang terjadi di wilayah Cengkareng dan sekitarnya berdampak terhadap sejumlah penerbangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur.
Penutupan wilayah udara Cengkareng dan sekitarnya diperpanjang hingga pukul 19.00 Wita berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM). Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah penerbangan dari dan menuju Jakarta harus dibatalkan.
Pejabat Sementara General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Rizal Aris Laksono, mengatakan perpanjangan NOTAM dilakukan karena kondisi hujan abu vulkanik masih terjadi di wilayah Cengkareng dan sekitarnya.
“Dilaporkan melalui NOTAM bahwa kondisi hujan abu masih terjadi di wilayah Cengkareng dan sekitarnya, sehingga dikeluarkan NOTAM sampai pukul 19.00 Wita,” ujar Rizal, (07/09/2026) senin.
Menurut dia, pembatasan tersebut tidak hanya berdampak pada Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, tetapi juga sejumlah wilayah udara di sekitarnya. Beberapa bandara yang terdampak antara lain Bandara Halim Perdanakusuma, Bandung, dan wilayah penerbangan lainnya yang berada dalam area tersebut.
“Area-area itu tidak bisa didarati dengan NOTAM hingga pukul 19.00 Wita. Jadi penerbangan yang rutenya sampai malam, khususnya tujuan Cengkareng, tentunya akan terdampak,” katanya.
Rizal menjelaskan, hingga sekitar pukul 10.00 Wita, terdapat sejumlah penerbangan rute Cengkareng yang telah dinyatakan batal. Dari jadwal yang tersedia, terdapat 10 penerbangan kedatangan dan sembilan penerbangan keberangkatan.
“Sudah dilaporkan ada tiga flight yang dinyatakan cancel untuk arrival dan lima flight untuk departure,” ujarnya.
Dampak serupa juga terjadi pada hari sebelumnya. Rizal menyebut sebanyak 15 penerbangan keberangkatan dan 14 penerbangan kedatangan terdampak akibat kondisi tersebut.
Sementara itu, jumlah penumpang yang terdampak pada hari sebelumnya mencapai sekitar 2.000 orang. Untuk jumlah penumpang yang terdampak pada hari ini, pihak bandara masih melakukan konfirmasi kepada maskapai.
“Kalau kemarin kita laporkan sekitar 2.000 penumpang. Untuk hari ini masih kita konfirmasi kepada maskapai, khususnya untuk penerbangan arrival,” kata Rizal.
Selain pembatalan penerbangan, kondisi tersebut turut memengaruhi jumlah pergerakan penumpang di Bandara SAMS Sepinggan. Rizal mengatakan, sebelum adanya gangguan penerbangan, pergerakan penumpang harian berada di kisaran 11.000 hingga 12.000 orang.
Namun, pada hari sebelumnya jumlah tersebut turun menjadi sekitar 7.000 penumpang.
“Penurunannya sangat signifikan. Pergerakan penumpang yang biasanya sekitar 11.000 sampai 12.000 per hari, kemarin dengan adanya penutupan Cengkareng dan sekitarnya, pergerakan di SAMS Sepinggan hanya sekitar 7.000 penumpang,” jelasnya.
Salah seorang calon penumpang tujuan Jakarta, Fahrian, mengaku masih menunggu kepastian terkait penerbangannya. Ia mengatakan pihak maskapai meminta penumpang menunggu informasi terbaru melalui loket maupun aplikasi.
“Saya dapat informasi dari loket, katanya harus menunggu dulu sampai ada informasi untuk jadwal berikutnya. Katanya informasi akan diberikan sekitar dua jam ke depan melalui aplikasi,” ujar Fahrian.
Fahrian mengaku belum menentukan apakah akan melakukan refund atau menjadwal ulang penerbangannya. Ia berharap tetap dapat berangkat ke Pulau Jawa meski tidak melalui Cengkareng.
“Kalau memang harus refund, saya refund. Kalau bisa reschedule, saya juga bersedia reschedule. Yang penting saya bisa kembali ke Jawa,” katanya.
Ia mengaku baru mengetahui gangguan penerbangan tersebut setelah informasi mengenai erupsi dan hujan abu vulkanik beredar pada Minggu pagi.
Dengan kondisi tersebut, calon penumpang diimbau terus memantau informasi dari maskapai sebelum menuju bandara untuk memastikan status penerbangan masing-masing.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
147
