Karhutla, 458 Hektare Terdampak, OIKN Kerahkan Pemadaman dari Udara dan Darat

FOTO: Helikopter H225M caracal saat melakukan Water Bombing di kawasan Deliniasai IKN/ doc.

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah IKN dengan mengerahkan upaya pemadaman dari dua sisi, yakni melalui operasi darat dan udara.

Berdasarkan hasil pemantauan dan penanganan di lapangan, luas area yang terdampak karhutla tercatat sekitar 458 hektare. Namun, OIKN menegaskan angka tersebut tidak berarti seluruh wilayah seluas itu terbakar.

Staf Khusus OIKN, Dannis Sumadilaga, menjelaskan bahwa luasan 458 hektare merupakan area yang terdampak oleh kebakaran. Sementara titik lahan yang benar-benar terbakar hanya berada di sejumlah lokasi tertentu.

“Jadi mengenai area ini ada dua variabel ya. Yang pertama adalah luasan. 458 hektare itu adalah area yang terdampak. Tadi bisa dilihat bahwa di area tersebut ada titik-titik yang terbakar. Jadi tidak seluruhnya terbakar, tapi area yang terdampak,” ujar Dannis.

Menurut dia, kondisi kebakaran saat ini telah mengalami penurunan setelah dilakukan penanganan secara intensif selama beberapa hari terakhir. Pemadaman dilakukan dengan mengombinasikan kekuatan personel dan peralatan di darat serta dukungan operasi dari udara.

“Jadi sebenarnya yang terbakar kurang dari itu. Karena merupakan titik-titik. Dan sekarang sebagian besar, seperti yang kita lihat, dari hasil beberapa hari ini penanganan di darat maupun di udara sudah jauh berkurang,” katanya.

Danni mengatakan titik-titik kebakaran yang terpantau berada cukup jauh dari kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN. Jarak lokasi terdekat dengan kawasan inti diperkirakan mencapai sekitar 30 hingga 40 kilometer.

“Yang kedua, titik-titik tersebut, titik-titik kebakaran itu terlihat tadi kan jaraknya dari zona inti, itu sekitar antara 30 sampai 40 kilometer, jadi cukup jauh,” jelasnya.

Meski demikian, OIKN tetap melakukan penanganan secara serius sebagai langkah pencegahan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan titik api tidak berkembang dan meluas hingga mendekati kawasan inti IKN.

“Sehingga betul-betul apa yang kita lakukan ini merupakan suatu tindakan preventif. Jangan sampai itu berkembang menjadi lebih jauh,” ujar Danni.

Ia menambahkan, lokasi terdampak tersebut masih berada dalam delineasi IKN. Wilayah delineasi IKN mencakup kawasan yang cukup luas, termasuk sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan daerah Muara Jawa hingga kawasan lainnya.

“Yang paling dekat dengan zona inti atau kawasan inti pusat pemerintahan IKN memang itu masih masuk delineasi,” katanya.

Dannis menjelaskan delineasi IKN memiliki cakupan lebih dari 250.000 hektare. Karena itu, sejumlah titik kebakaran yang secara geografis berada puluhan kilometer dari kawasan inti tetap menjadi perhatian OIKN.

Dengan pemadaman melalui jalur darat dan udara, OIKN berupaya menekan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas. Penanganan tersebut akan terus dilakukan melalui pemantauan terhadap kondisi di lapangan dan titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

87

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *