Empat Hari Dilawan, Karhutla 15 Hektare di Samboja Akhirnya Berhasil Dikendalikan

KUKAR Metrokaltim.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah RT 04 dan RT 16, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, ditangani secara intensif selama empat hari oleh Polsek Samboja bersama tim gabungan.

Kebakaran yang mulai terdeteksi pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 20.30 Wita tersebut berdampak pada lahan seluas kurang lebih 15 hektare. Penanganan dilakukan secara bertahap karena kondisi medan yang sulit serta adanya potensi bara api kembali muncul di sejumlah area yang telah dipadamkan.

Pada penanganan awal, personel Polsek Samboja bersama unsur terkait harus berjalan kaki sekitar dua kilometer dari ruas Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) Km 31+400 B menuju lokasi kebakaran. Petugas membawa mesin pompa dan selang untuk menjangkau titik api.

Kondisi lahan yang didominasi rumput rawa kering, semak belukar dan area gambut menjadi tantangan bagi petugas. Terlebih, pemadaman pada malam hari dilakukan dengan jarak pandang terbatas. Mesin pompa Mark3 yang digunakan petugas juga sempat mengalami kehabisan bahan bakar.

Penanganan kembali dilakukan pada Selasa (8/9/2026) setelah titik api terpantau meluas hingga wilayah RT 16. Polsek Samboja bersama Brimob Polda Kaltim, Koramil, Damkar, Manggala Agni, Gakkum Kehutanan, BPBD, Otorita IKN, Jasa Marga, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan sejumlah unsur terkait dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

Selain penanganan dari darat, upaya pemadaman juga mendapat dukungan dari udara melalui 20 kali water bombing.

Pada Rabu (9/9/2026), petugas kembali melakukan pemadaman di sejumlah titik yang masih memerlukan penanganan. Tim menggunakan mesin pompa Mark3 dengan dukungan selang sepanjang sekitar 250 meter dan sejumlah kendaraan operasional.

Setelah proses pemadaman dan pendinginan dilakukan, kondisi lokasi berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.00 Wita.

Namun, penanganan kembali dilakukan pada Kamis (10/9/2026) setelah ditemukan titik yang membutuhkan pemadaman lanjutan di sekitar RT 04. Polsek Samboja bersama BKO Brimob Polda Kaltim, Jasa Marga dan MPA Sungai Merdeka kembali bergerak menuju lokasi.

Saat mesin pompa mengalami kendala, petugas memanfaatkan suplai air dari mobil tangki serta ransel air manual untuk menjangkau area yang sulit diakses.

Untuk memperkuat proses pemadaman, Polri juga mengoptimalkan penggunaan cairan pemadam api berbasis air yang mengandung bahan AF31 dan F351. Cairan tersebut digunakan dalam proses pemadaman dan pembasahan area terdampak dengan menyesuaikan kondisi serta karakteristik lahan di lapangan.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol  Tedy Soepandi,  mengatakan penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemadaman, pendinginan hingga pemantauan setelah api berhasil dikendalikan.

“Polri bersama tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman dengan berbagai sarana dan metode yang disesuaikan kondisi di lapangan. Selain penggunaan peralatan pemadam dan dukungan water bombing, digunakan pula cairan pemadam api berbasis air dengan kandungan AF31 dan F351 sebagai bagian dari upaya memperkuat proses pemadaman dan pembasahan,” tegasnya.

Menurut Tedy, kondisi lahan yang kering, medan yang sulit dijangkau, asap tebal dan cuaca panas menjadi sejumlah kendala dalam proses pemadaman. Selain itu, potensi munculnya kembali bara api membuat proses penanganan harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Setelah pemadaman, pendinginan dan monitoring tetap dilakukan untuk memastikan kondisi area benar-benar terkendali. Ini merupakan bagian dari upaya Polri bersama seluruh unsur terkait untuk mencegah kebakaran kembali meluas,” jelasnya.

Pada Kamis sekitar pukul 18.00 Wita, tim berhasil mengendalikan titik api yang ditemukan. Petugas kemudian melakukan pengecekan dan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan dilakukan pada Jumat (11/9/2026).

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Kondisi cuaca panas dan lahan yang kering menjadi kondisi yang ditemukan di lapangan, namun belum dapat disimpulkan sebagai penyebab karhutla.

Polsek Samboja juga mengintensifkan upaya pencegahan dengan mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta tidak membuang benda yang berpotensi menjadi sumber api, termasuk puntung rokok.

Penanganan karhutla di Sungai Merdeka tersebut menjadi bagian dari upaya bersama Polri dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kebakaran terkendali, area terdampak tetap dipantau, serta potensi kebakaran susulan dapat dicegah.

Penulis: Ries
Editor: Alfa

64

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *