Kemenkes Perkuat Perlindungan Warga Kubar Terdampak Asap Karhutla

KUTAI BARAT, Metrokaltim.com — Pemerintah bergerak memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak hingga ke wilayah permukiman warga di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur.

Respons siaga bencana dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Balikpapan dan BKK Samarinda dengan melakukan pemantauan langsung terhadap wilayah yang terdampak karhutla.

Kepala BKK Kelas I Balikpapan, dr. Bangun Cahyo Utomo, mengatakan langkah awal yang dilakukan tim adalah memetakan titik kebakaran dan wilayah permukiman yang terdampak asap. Pemetaan tersebut menjadi bagian penting untuk menentukan lokasi yang membutuhkan perhatian dan penanganan kesehatan secara cepat.

Selain pemetaan, tim gabungan melakukan pemeriksaan kualitas udara dengan memantau indikator PM2.5 dan PM10. Pengukuran dilakukan pada sejumlah titik, mulai dari wilayah sebelum memasuki kawasan karhutla, sekitar lokasi kebakaran, hingga permukiman warga.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi kualitas udara di wilayah yang terdampak sekaligus menjadi bahan dalam menentukan langkah perlindungan kesehatan masyarakat.

Respons lapangan juga diperkuat melalui koordinasi lintas sektor. Kemenkes RI, BKK Balikpapan dan BKK Samarinda berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Kutai Barat.

Di tengah kondisi udara yang berpotensi membahayakan kesehatan, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai risiko paparan asap karhutla. Edukasi terutama diarahkan pada kewaspadaan terhadap gangguan saluran pernapasan akibat paparan asap, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

Sebagai bentuk perlindungan langsung, Kemenkes RI bersama BKK Balikpapan membagikan masker N95 kepada warga di sekitar lokasi kebakaran. Penggunaan masker tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi paparan partikel berbahaya yang terdapat di udara akibat asap karhutla.

Rangkaian respons kemudian dilanjutkan dengan audiensi bersama Bupati Kutai Barat. Pertemuan tersebut dihadiri Kemenkes RI, BKK Balikpapan, BKK Samarinda, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat dan SKPD terkait.

Dalam audiensi itu, tim menyampaikan hasil pelaksanaan respons siaga bencana karhutla sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan dampak karhutla tidak hanya berfokus pada kondisi kebakaran, tetapi juga pada perlindungan kesehatan masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

58

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *