Serdik Sespimti Bahas Strategi Mitigasi Karhutla di Kaltim, Dorong Pencegahan Berbasis Strategi

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Sebanyak 11 peserta didik (serdik) Sespimti Dikreg ke-36 Tahun Anggaran 2026 melaksanakan Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) di wilayah hukum Polda Kalimantan Timur. Kegiatan tersebut turut membahas strategi mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui forum focus group discussion (FGD).

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penanganan karhutla ketika api sudah muncul. Para serdik didorong untuk menghasilkan pemikiran strategis dan rekomendasi konstruktif bagi para pengambil kebijakan, terutama dalam upaya pencegahan dan mitigasi.

Irjen Pol Sabilul Alif selaku pendamping menjelaskan, FGD tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan para serdik Sespimti selama melaksanakan PKDN di sejumlah wilayah.

“Para serdik ini bukan hanya datang dan melihat persoalan karhutla, tetapi juga memberikan masukan yang konstruktif kepada pengambil keputusan. Bagaimana mereka berpikir strategis, bukan hanya bagaimana memadamkan api, tetapi bagaimana melakukan mitigasi dan tindakan preventif agar api tidak sampai terjadi,” ujar Sabilul.

Menurutnya, FGD tersebut sengaja melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari tokoh masyarakat, akademisi hingga pengambil kebijakan. Sejumlah akademisi dari perguruan tinggi di Balikpapan juga dihadirkan untuk memberikan pandangan terkait penanganan karhutla.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga melihat langsung demonstrasi penggunaan bahan pemadam api Artindo 31 oleh personel Brimob. Bahan tersebut telah dimiliki Polri sejak 2022 dan memiliki fungsi tidak hanya untuk memadamkan api, tetapi juga membantu penetrasi pendinginan.

“Artindo 31 ini bukan hanya untuk memadamkan api, tetapi juga menjadi fire break dan penetrasi pendinginan sehingga dapat membantu mencegah api meluas,” jelasnya.

Sementara itu, Kasenat Sespimti Kombes Pol Dony mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya peserta didik dalam memetakan persoalan karhutla yang terjadi setiap tahun.

“Kami diperintahkan pimpinan untuk melakukan mitigasi. Karhutla ini selalu terjadi setiap tahun, sehingga kami melaksanakan FGD agar seluruh aspirasi dan hasil mitigasi di beberapa kabupaten dapat dikumpulkan dan dibuat menjadi satu produk untuk disampaikan kepada pimpinan,” katanya.

Ia menyebut, hasil kegiatan diharapkan menghasilkan formula pencegahan yang dapat diterapkan di wilayah rawan karhutla. Peserta didik Sespimti dari berbagai wilayah nantinya akan mengombinasikan hasil kajian untuk menyusun rekomendasi strategis bagi jajaran kepolisian.

“Pencegahan akan kami kedepankan. Nantinya akan ada satu produk atau formula rekomendasi yang dapat dimantapkan dan disebarkan kepada jajaran Polda yang memiliki peta kerawanan karhutla,” pungkasnya.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

51

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *