Kabar Gembira, Polda Kaltim Buka Peluang Putra Daerah Jadi Bintara Polri, Mahulu Jadi Contoh

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Kepolisian Daerah Kalimantan Timur terus berupaya mengakomodasi putra-putra daerah dalam proses penerimaan Bintara Polri. Kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat daerah, termasuk wilayah yang memiliki keterbatasan akses dan pembinaan sumber daya manusia.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro mengatakan, seluruh masyarakat pada dasarnya memiliki hak yang sama untuk mengikuti proses seleksi penerimaan anggota Polri. Namun, setiap peserta tetap harus memenuhi standar kompetensi dan persyaratan minimal yang telah ditetapkan.

“Masyarakat mempunyai hak yang sama. Pada dasarnya mempunyai hak yang sama. Karena kita punya standar kompetensi minimal dan syarat. Ada yang tidak memenuhi syarat (TMS), ada yang memenuhi syarat (MS), baik kesehatan, psikologi, akademis, dan lain-lain,” kata Endar, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, penerimaan anggota Polri tetap harus mengedepankan prinsip seleksi berdasarkan standar yang berlaku. Persyaratan dasar seperti kesehatan dan tinggi badan menjadi bagian yang harus dipenuhi setiap calon peserta sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya.

“Harus itu dulu, karena kita terbatas. Masalahnya adalah kuota. Kalau kita menerima semua, tentu banyak orang, tetapi kita dijatah oleh negara dan kuotanya terbatas,” ujarnya.

Meski demikian, Polda Kaltim memiliki sejumlah upaya untuk memberikan ruang bagi putra daerah agar dapat mengikuti proses penerimaan sesuai kebutuhan dan kebijakan yang berlaku. Salah satu contoh telah diterapkan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) pada penerimaan tahun sebelumnya.

Endar menyebut, calon anggota yang diterima melalui skema tersebut diarahkan untuk kembali bertugas di wilayah asalnya. Hal itu dilakukan agar keberadaan personel Polri dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di daerah.

“Kita sudah melakukan beberapa hal untuk mengakomodasi putra-putra daerah. Kemarin ada di Mahakam Ulu, dan sudah berjalan. Komitmennya, kalau diterima, nanti harus kembali bertugas di Mahulu. Jangan setelah lulus kemudian meminta ditempatkan di kota,” tegasnya.

Ia menambahkan, komitmen tersebut telah disampaikan kepada orang tua calon peserta sejak proses penerimaan berlangsung. Kebijakan itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan personel di wilayah yang membutuhkan tambahan kekuatan kepolisian.

Namun, Endar mengatakan jumlah putra daerah yang dapat diakomodasi pada penerimaan tahun ini tidak sebanyak tahun sebelumnya. Kondisi tersebut tidak terlepas dari keterbatasan kuota penerimaan anggota Polri yang ditetapkan pemerintah.

“Kalau tahun ini memang tidak sebanyak tahun lalu, karena kuota kita sedikit sekarang,” pungkasnya.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

48

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *