Warga Pesisir Baru Tengah Diperkuat Kelola Sampah dari Sumbernya
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Upaya menjaga kebersihan kawasan permukiman pesisir tidak cukup hanya mengandalkan pengangkutan sampah. Keterlibatan warga dalam memilah, mengolah, dan menjaga lingkungan dari tingkat rumah tangga menjadi bagian penting untuk menciptakan kawasan hunian yang lebih sehat dan tertata.
Semangat tersebut menjadi salah satu fokus dukungan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit Balikpapan dalam penataan lingkungan permukiman padat di Kelurahan Baru Tengah, Kota Balikpapan.
Melalui dukungan sarana pengelolaan lingkungan, masyarakat di kawasan tersebut didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam mengelola sampah secara mandiri. Bantuan yang diberikan terdiri dari 20 unit komposter sampah organik, tiga unit bak sampah terpilah 3R, dua unit gerobak sampah, 10 set Alat Pelindung Diri (APD), dan lima unit timbangan sampah.
Berbagai sarana itu diarahkan untuk mendukung pengelolaan sampah secara berjenjang, mulai dari pemilahan di sumber, pengumpulan, pengangkutan, hingga pengolahan sampah organik melalui proses komposting.
Dukungan tersebut mencakup lima klaster kawasan permukiman padat yang tersebar di 13 RT di Kelurahan Baru Tengah. Sarana diserahterimakan kepada Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Balikpapan serta Kelompok Penerima dan Pemelihara (KPP) Kampung Pesisir.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Unit Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan keberhasilan penataan lingkungan sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan mengelola fasilitas yang tersedia.
“Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha memiliki peran masing-masing untuk mendorong terciptanya kawasan permukiman yang lebih baik. Melalui dukungan sarana ini, kami berharap masyarakat semakin memiliki kapasitas untuk mengelola lingkungan secara mandiri, khususnya dalam pemilahan dan pengelolaan sampah,” ujar Dodi.
Menurutnya, penyediaan fasilitas harus berjalan beriringan dengan perubahan kebiasaan masyarakat. Penggunaan dan pemeliharaan sarana secara konsisten dinilai menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana fasilitas ini nantinya digunakan dan dipelihara bersama. Kami berharap pengelolaan sampah dari sumbernya dapat menjadi kebiasaan masyarakat sehingga secara bertahap dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman,” tambahnya.
Dari sisi pemerintah daerah, dukungan dunia usaha dinilai dapat memperkuat upaya penataan kawasan permukiman yang dilakukan secara kolaboratif.
Perwakilan Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Balikpapan, Eri Santoso, mengapresiasi keterlibatan Pertamina Patra Niaga dalam mendukung penataan kawasan di Kelurahan Baru Tengah.
“Kami mengapresiasi dukungan Pertamina yang turut hadir dalam mendukung program penataan kawasan di Kelurahan Baru Tengah. Sarana yang diberikan dapat membantu masyarakat, terutama dalam pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan. Kolaborasi seperti ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas kawasan permukiman,” kata Eri.
Sementara itu, Ketua KPP Kampung Pesisir, Imam Basuni, menilai sarana yang diberikan dapat mempermudah masyarakat menjalankan pengelolaan lingkungan secara bersama-sama.
“Bantuan ini sangat membantu kami dalam menjaga kebersihan kawasan. Dengan adanya gerobak, tempat sampah terpilah, komposter, dan peralatan lainnya, kami menjadi lebih mudah mengelola sampah bersama-sama,” ujarnya.
Imam berharap keberadaan fasilitas tersebut juga mendorong perubahan perilaku warga, khususnya dalam memilah sampah sebelum dibuang.
“Harapan kami, masyarakat juga semakin terbiasa memilah sampah dan menjaga lingkungan sehingga kawasan tempat tinggal kami menjadi lebih bersih dan nyaman,” tambahnya.
Program penataan lingkungan tersebut merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga Unit Balikpapan. Program diarahkan tidak hanya pada peningkatan kualitas lingkungan secara fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Pendekatan tersebut sekaligus mencerminkan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), terutama melalui penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, peningkatan kualitas lingkungan permukiman, serta pembangunan kemitraan antara perusahaan, pemerintah, dan warga.
Inisiatif ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Dengan keterlibatan warga sejak dari sumber sampah, penataan kawasan pesisir Kelurahan Baru Tengah diharapkan tidak berhenti pada penyediaan fasilitas. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan membangun kebiasaan baru dalam mengelola sampah sekaligus memperkuat kepedulian bersama terhadap kualitas lingkungan tempat tinggal. (*).
27
